Longsor Mengancam, Ratusan KK di Solok Mengungsi
Kamis, 17 Feb 2005 13:13 WIB
Padang -
Ratusan Kepala Keluarga (KK) di Jorong Kasiak, Nagari Koto Sani, Kabupaten Solok, Sumatera Barat (Sumbar) sejak beberapa waktu lalu terpaksa mengungsi. Daerah mereka terancam longsor. Sampai saat ini, sekitar 103 KK yang mengungsi itu masih bertahan di empat tenda darurat yang disiapkan Pemerintah Kabupaten Solok, karena tidak berani pulang ke rumah. Sebagian dari mereka juga mengungsi di bangunan ponpes DarulSyukri.Dihubungi detikcom via ponselnya, Kamis (17/2/2004), Wakil Bupati Solok Elfi Sahlan Ben mengatakan, warga merasa terancam karena adanya kemungkinan tanahlongsor bercampur batuan dari Bukit Sikungkung yang terletak dekat pemukiman warga. "Kondisi bukit dengan keterjalan 45 derajat dan tinggi 2 kilometer itumemang patut diwaspadai karena tanahnya yang bercampur batu sudah rengkah," ujarnya.Dikatakan Elfi Sahlan, jarak rengkahan di bukit tersebut mencapai dua meter dengan panjang sekitar 1 kilometer. "Jika hujan lebat, dikhawatirkan lumpur danbongkahan batu akan menghantam pemukiman warga. Untuk sementara, warga tetap kita pertahan di pengungsian, sekitar 1 kilometer dari pemukiman, karena lokasinya lebih aman dari ancaman longsor," ujarnya.Lebih lanjut, Elfi Sahlan mengatakan, tim ahli geologi juga sudah merekomendasikan bahwa daerah pinggiran danau Singkarak itu merupakan daerah patahan yang tidak layak dijadikan pemukiman. Setiap waktu, terangnya, daerah tersebut terancam tertimbun longsor. Pada 1952 lalu di lokasi itu pernah mengalami longsor dan mengubur empat rumah penduduk. Kejadian yang sama terulang pada 2002 meski tidak terdapat korban jiwa."Pemkab Solok akan mengundang warga untuk bermusyawarah mencari lokasi pemukiman baru. Kita berjanji akan memberikan bantuan untuk relokasi pemukiman," demikian Elfi Sahlan Ben.
(asy/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































