Gempa bumi yang terjadi di Imogiri, Jawa Tengah pada tahun 2006 memberikan sebuah contoh mengenai suara yang terjadi karena fenomena alam. Menurut ahli Geologi, suara tersebut terjadi karena adanya pergeseran kerak bumi.
"Hubungannya dengan gempa mestinya dengan pergeseran kerak bumi. Suara itu pernah terjadi pada gempa tahun 2006 di daerah Imogiri," ujar Sari Bahagiarti saat dihubungi detikcom, Senin (25/5/2015).
Dia menjelaskan bahwa suara terjadi karena adanya rongga di bawah tanah saat kerak bumi mengalami pergeseran. "Bunyi tersebut terjadi karena ada rongga di bawah tanah, dan hal itu terjadi karena ada rongga di bawah permukaan dan geseran kulit kerak bumi yang menimbulkan gaung," jelasnya.
Walaupun begitu, dirinya mengatakan bahwa suara atau gaung tersebut diketahui dari kesaksian masyarakat setempat yang mendengar. Beberapa pendapat mengatakan bahwa suara tersebut mirip suara drumband, namun Sari memberikan pendapat berbeda.
"Mungkin bukan terdengar seperti suara drumband ya, namun lebih kepada gaung. Tapi suara itu terdengan menurut pengakuan masyarakat, kami peneliti belum pernah mendengar," kata dia.
Sebagai seorang geolog, dirinya mengatakan bahwa ada kemungkinan terjadinya suara atau gaung karena adanya pergeseran kerak bumi. Namun fenomena suara di langit, dirinya tak bisa menjelaskan lebih lanjut.
Β
"Kami melakukan penelitian geofisika dan memang kemungkinan di bawah permukaan itu ada semacam rongga dan rongga itu bisa menimbulkan suara. Tapi mengenai fenomena suara seperti itu, lebih berhubungan ke ilmu klimatologi," tutupnya.
(Rini Friastuti/Rivki)











































