Menurut Myasnikovich, pada 1 Januari lalu telah diberlakukan Eurasian Union yang beranggotakan antara lain; Rusia, Kazakhstan, Kyrgyzstan, Belarusia ,Tajikistan, Armenia, Uzbekistan.
"Oleh karena itu kalau Indonesia mau melakukan kerjasama dengan Belarus tidak akan rugi. Ini (Eurasian Union) pasar yang cukup kuat," kata Myasnikovich saat bertemu dengan Ketua DPD Irman Gusman di Gedung Senat, Minsk, Belarus, Senin (25/5/2015).
Sementara menurut Irman, pada saat hampir bersamaan yakni 2016 akan diberlakukan Asean Community di kawasan Asia Tenggara. Di sinilah, kata dia, Indonesia dan Belarus memainkan peran yang sangat penting.
"Indonesia jadi pintu masuk Belarus ke Asean, dan Belarus jadi pintu masuk Indonesia ke Euroasia," kata Irman.
Irman manargetkan bahwa volume perdagangan antara Indonesia dengan Belarus akan menembus US $ 1 miliar pada 2018. Tahun 2015 bertepatan dengan perayaan 25 tahun kerjasama Indonesia-Belarus.
Irman optimistis target ini bisa tercapai apabila semua komponen bergerak. Seperti; Presiden, senat dan pengusaha. "Dan yang paling utama adalah pertemuan antar dua pebisnis di dua negara," kata dia.
DPD RI dan senat Belarus dalam posisi memfasilitasi pertemuan pengusaha di dua negara tersebut.
(Erwin Dariyanto/Rivki)











































