Djoko Santoso, Jenderal Kalem
Kamis, 17 Feb 2005 12:55 WIB
Jakarta - Letjen Djoko Santoso ditetapkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) yang baru menggantikan Jenderal Ryamizard Ryacudu. Djoko, dikenal sebagai jenderal yang kalem, low profile, bersahaja, tapi tegas dan cenderung perfeksionis. Perwira intelijen yang kebapakan ini juga luwes dalam pergaulan sehari-hari dan cenderung bersikap apolitik. Di bidang HAM, Djoko juga tidak pernah disebut tersangkut kasus-kasus HAM. Namanya cukup bersih. Pria kelahiran Solo, 8 September 1952, ini memang dkenal cukup dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Karir lulusan AKABRI tahun 1975 ini cukup bersinar. Berbagai jabatan penting pernah diembannya. Sebelum menjabat Kasdam IV/Diponegoro (2000), suami Angky Retno Yudianti, ini menjabat Waassospol Kaster TNI (1998). Djoko juga pernah menjabat sebagai Pangdivif 2 Kostrad (2001). Alumnus Seskoad (1990) ini makin menonjol setelah menjabat Pangdam XVI/Pattimura & Panglima Komando Operasi Pemulihan Keamanan (Pangkoopslihkam) 2002-2003 dan Panglima Kodam (Pangdam) Jaya Mei 2003-Oktober 2003. Terakhir, sebelum menjadi KSAD, Djoko dipercaya sebagai wakil KSAD. Berikut biodata Djoko Santoso selengkapnya: Nama: Letjen Djoko SantosoLahir: Solo, 8 September 1952Istri: Angky Retno YudiantiAnak:- Andika Pandu - Ardya Pratiwi SetyawatiPendidikan:- Akabri (1975) - Seskoad (1990) - S1 FISIP (1994) - S2 Manajemen (2000)Riwayat Jabatan:- Waassospol Kaster TNI (1998) - Kasdam IV/Diponegoro (2000) - Pangdivif 2 Kostrad (2001)- Pangdam XVI/Pattimura & Panglima Komando Operasi Pemulihan Keamanan (Pangkoopslihkam) 2002-2003- Panglima Kodam (Pangdam) Jaya Mei 2003-Oktober 2003- Wakil Kepala Staf TNI AD 2003-2005
(asy/)











































