"Perbaikan Jakarta yang dibanggakan Pak Jokowi sampai beliau bisa jadi presiden, itu tidak ada yang menggunakan APBD. Semuanya melalui CSR (Corporate Social Renponsibility)," kata Ahok dalam sambutannya di acara forum konsultasi publik untuk Rancangan Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) DKI 2016 di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakpus, Senin (25/5/2015).
Ahok menyebut rusun Marunda yang diperbaiki melalui dana CSR, waduk Pluit yang dipercantik juga dengan CSR. Sebagian besar bantuan diberikan melalui bantuan CSR karena ada masalah dengan APBD DKI saat itu.
"Termasuk taman. Ini semua taman, termasuk Thamrin-Sudirman, dirombak jadi lebih bagus, Bapak Ibu kira APBD? Enggak," tegasnya.
"Uang (APBD) kita kemana? Saya juga enggak tahu. Pemakaman gratis? Enggak beres juga. Orang miskin 'dipalakin' juga. Orang mati pun susah di Jakarta, 'dipalakin' juga. Belanja di DKI paling besar ya gaji pegawai, Rp 20 triliun," pungkasnya.
(Mulya Nurbilkis/Idham Khalid)











































