SBY Wanti-wanti Peserta Pilkada Berkompetisi Secara Fair

SBY Wanti-wanti Peserta Pilkada Berkompetisi Secara Fair

- detikNews
Kamis, 17 Feb 2005 12:52 WIB
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mewanti-wanti para calon peserta pemilihan kepala daerah (pilkada) secara langsung untuk berkompetisi secara fair dan ksatria menerima hasilnya. Mereka juga diminta menjaga stabilitas politik dan keamanan daerah masing-masing."Meski bersaing dalam kompetisi yang memang berat, jangan sampai tanpa aturan main. Cegah kekerasan dalam masyarakat," kata Presiden SBY dalam pidato sambutan saat membuka rapat kerja para gubernur se-Indonesia di Istana Negara, Jl. Medan Merdeka Utara, Jakarta, Kamis (17/2/2005).Presiden meminta agar seluruh perangkat teknis yang terlibat dalam pilkada langsung untuk melanjutkan pengalaman dari pelaksanaan Pemilu 2004. Selama berlangsung hingga usainya pelaksanaan tahapan Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden tidak ada gejolak keamanan atau gangguan stabilitas sosial politik di daerah. Semua pihak dapat menerima dan menyikapi hasilnya secara legowo dan dewasa. Padahal para pengamat politik di luar negeri pesimis pemilihan langsung yang pertama untuk Indonesia ini dapat berlangsung damai. Sebab sebagai negara yang multietnis dan agama Indonesia menyimpan potensi perpecahan yang sangat besar. "Mengapa tidak, pengalaman yang baik ini kita teruskan. Mari kita belajar menegakkan demokrasi secara ksatria," kata Presiden SBY.SBY juga mengingkatkan para calon peserta Pilkada untuk tidak coba-coba menggunakan trik money politics untuk memuluskan persaingannya. Pejabat Pemda juga diminta untuk tidak sekali-kali menyalahgunakan wewenang jabatannya dengan menekan para bawahan untuk memilih calon tertentu.Ditegaskan, pemerintah tidak akan segan-segan menjatuhkan sanksi tegas dan keras kepada setiap pelaku tindak penyelewengan tersebut. Sebab di kemudian hari terbukti kepala daerah terpilih memenangi pemilihan melalui cara-cara yang tidak jujur maka ia tidak akan punya kewibawaan dan kredibilitas di mata rakyatnya. "Sikap ini tentu akan mempengaruhi wibawa pemerintah pusat. Karenanya saya tidak akan ragu-ragu untuk menjatuhkan sanksi," tegas SBY.Rapat kerja para gubernur kali ini secara khusus akan membahas persiapan teknis dan sosialisasi keluarnya PP Nomer 6/2006 tentang Percepatan Pilkada. Raker akan digelar Depdagri, Jl. Medan Merdeka Utara, dan diikuti anggota KPU Provinsi dan Kabupaten/Kota, serta jajaran Polda dan Kodam setempat,Mulai bulan Juni hingga Desember di seluruh Indonesia akan berlangsung 226 Pilkada Langsung, terdiri dari 11 gubernur, 179 bupati, dan 36 walikota. Besarnya alokasi dana pelaksanaan Pilkada 2005 mencapai Rp 80 miliar yang bersumber pada APBN dan APBD setempat. (gtp/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads