Pemprov DKI Akan Tuntut Konsultan Pembangunan Terminal Rawamangun

Pemprov DKI Akan Tuntut Konsultan Pembangunan Terminal Rawamangun

Mulya Nurbilkis - detikNews
Senin, 25 Mei 2015 19:23 WIB
Pemprov DKI Akan Tuntut Konsultan Pembangunan Terminal Rawamangun
Jakarta - Pemprov DKI akan menggugat Konsultan pembangunan terminal Rawamangun Jakarta Timur. Bangunan baru terminal ini tidak bisa dilewati bus besar sehingga bus-bus itu akhirnya menumpuk di luar stasiun.

"Kita mau kirim surat gugatan ke konsultannya. Masa buat desain yang bus nggak bisa masuk naik karena sempit. Ini apa-apaan?" kata Gubernur DKI Basuki T Purnama di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakpus, Senin (25/5/2015).

Ia mengatakan pihak Dinas Perhubungan (Dishub) DKI mengaku tak tahu apa-apa soal pembangunan terminal baru tersebut. Hasilnya, saat dimintai pertanggung jawaban oleh Ahok soal terminal ini, Dishub melemparkan seluruh tanggung jawab pada Konsultan. Mulai dari perencanaan, pembangunan sampai pengawasan. Alasannya, karena mereka tak mengerti pembangunan tersebut.

"Kita tanya Dishub, kenapa kalian bangun terminal yang nggak bisa masuk bus gede. Pintuny kecil. (Dijawab Dishub) 'Kami mana tahu, konsultan yang merancang.β€Ž Pengawasan semuanya konsultan," ucap Ahok menirukan ucapan pihak Dishub.

Ia menduga kejadian fatal ini terjadi karena perekturan konsultan pembangunan yang tak kompeten. Karena itu dia mengusulkan Dishub untuk menggugat konsultan tersebut.

Sehari-hari terminal ini dilewati 50 PO AKAP dan 35 PO di antaranya membuka loket penjualan tiket di dalam terminal. Sebagian besar AKAP dengan tujuan Sumatera, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Denpasar. Ada juga 60 bus APTB serta 10 bus damri jurusan bandara Soekarno Hatta- Rawamangun, 6 trayek KWK (masing-masing 25 unit angkot), 2 jurusan APB dan 80 mikrolet. Kini, sebagian besar angkutan ini mengambil penumpang di luar terminal sehingga tak jarang menyebabkan kemacetan.

(Mulya Nurbilkis/Rivki)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads