Sandera Italia Minta Pasukan Asing Mundur dari Irak
Kamis, 17 Feb 2005 12:40 WIB
Jakarta - Aksi penyanderaan warga asing di Irak terus terjadi. Seorang wartawan Italia dengan emosional meminta seluruh pasukan asing untuk mundur dari negeri bekas rezim Saddam Hussein itu.Sandera itu, Giuliana Sgrena juga memohon pemerintahnya untuk menolong jiwanya dengan menarik pasukan Italia dari Irak. "Saya mohon kalian mengakhiri okupasi. Saya mohon pemerintah Italia dan rakyat Italia untuk menekan pemerintah agar mundur," ujar Sgrena sambil menangis dalam rekaman video yang dirilis gerilyawan Irak dan dikirimkan ke sejumlah organisasi berita. Demikian seperti dilansir Reuters, Kamis (17/2/2005). "Semua orang harus mundur dari Irak. Hendaknya tidak seorang pun datang ke Irak lagi karena semua warga asing, semua warga Italia dianggap musuh. Mohon lakukan sesuatu untuk saya," pinta reporter majalah Roma, Il Manifesto itu dalam bahasa Italia.Perempuan Italia berusia 56 tahun itu ditangkap dan ditawan kelompok bersenjata Irak sejak 4 Februari lalu. Sejauh ini sudah lebih dari 120 warga asing yang telah diculik di Irak selama satu tahun terakhir. Sekitar sepertiga dari jumlah itu telah dibunuh penculiknya. Menteri Luar Negeri (Menlu) Italia Gianfranco Fini bersumpah untuk tetap mengupayakan pembebasan Sgrena "tanpa mengubah strategi politik, diplomatik dan intelijen yang telah ditempuh sejauh ini." Dikatakan Menlu, pemerintah Italia gembira dengan adanya bukti bahwa Sgrena masih hidup. Namun ia mengkhawatirkan masalah penculikan ini mungkin tidak bisa diselesaikan secepatnya.
(ita/)











































