Mereka yang teluka tersebut berasal dari Satuan I Gegana Korps Brimob Polri, yaitu Bripka Wayan Pande dan Brigadir Wayan Sedana. Wayan Pande mengalami luka tembak di lengan dan paha.
"Teman kami yang terkena tembakan kemungkinan siang ini dibawa ke Jakarta untuk perawatan lebih lanjut," kata Karopenmas Polri Brigjen Agus Rianto di Mabes Polri, Jakarta, Senin (25/5/2015).
Penyidik Densus 88 dan juga Polda Sulawesi Tengah, kata Agus, saat ini masih mendalami identitas para pelaku teroris yang tewas dalam baku tembak.
"Dari data yang kami miliki, ada namanya namun untuk pemeriksaan jenazah perlu periksa intensif sesuai data pembanding pos dan antermortem, jadi akurat sesuai dengan yang kami miliki," kata Agus.
Dari baku tembak itu, petugas mengamankan sejumlah barang bukti antara lain senapan M16. Dua teroris tewas dalam peristiwa tersebut.
Adapun barang bukti yang didapat petugas dari lokasi baku tembak adalah 1 senapan M16 dan 2 magazennya, 20 butir amunisi kaliber 5,56 mm, 2 buah bom lontong, dan sebilah golok atau parang.
(Andri Haryanto/Hestiana Dharmastuti)











































