"Yang menjalankan itu kan istri saya. Kalau harus dikembalikan, ya dikembalikan," kata Ali di Markas Polres Jakarta Barat, Jl S Parman, Jakarta Barat, Senin (25/5/2015).
Istrinya adalah Bulan Sri Wulan yang juga tersangka, namun penahanannya dibantarkan karena sakit diabetes plus komplikasi stadium empat.
Kembali soal pengembalian duit calon pengantin yang merasa dikibuli itu, Ali menyatakan pihaknya juga masih punya aset untuk mengganti duit mereka. Apa gerangan aset itu?
"โAset saya juga banyak. Ada gaun pengantin seharga Rp 7 juta hingga Rp 8 juta," ujarnya.
Dia tak terlalu ingat betul jumlah gaun yang ada, karena menurutnya itu adalah urusan istrinya. Apa cukup gaun-gaun itu untuk mengganti duit para calon pengantin?
"Mungkin kurang," jawabnya.
Dia menyatakan hanya satu pasangan calon pengantin saja yang pernikahannya gagal terselenggara. Selain itu, pernikahannya belum terselenggara. Satu pasangan itu sempat meneror dia.
"Hari Minggu ada yang ngancam, tambah sakit lagi istri saya," ujarnya.
Kerugian โyang diderita korban sebesar Rp 1.594.000.000, 00. alias hampir Rp 1,6 miliar. Total korban ada 61 orang dan enam diantaranya sudah melewati jadwal pelaksanaan pernikahan.
Mereka dijerat Pasal 37โ8 dan 372 KUHP tentang penipuan dan penggelapan. Modusnya, kata polisi, promosi-promosi yang membuat orang tertarik untuk melaksanakan pernikahannya.
(Danu Damarjati/Rachmadin Ismail)











































