Setahun selepas lulus, yaitu pada tahun 1988, Peter kembali ke Indonesia dan mempraktikkan ilmu yang diperolehnya di sana. Ia bekerja sebagai ahli pengelolaan air dan transportasi.
Di mata temannya, Peter merupakan sosok yang baik, berdedikasi dan humoris. Meski lama tak bertemu, Peter masi menjalin komunikasi dengan teman-temannya selama di Jerman.
"Dia partner bekerja yang baik. Orangnya juga ramah dan menyenangkan," kata salah seorang kawannya, Komang Wirawan (48) kepada detikcom, Minggu (24/5/2015).
Meski usia mereka terpaut 10 tahun, Peter tak terkesan menggurui Komang. Kala itu mereka bekerja dalam satu perusahaan menyusun konsep penanganan air atau water treatment.
"Kami kerja bareng selama 4 tahun sejak tahun 1995," kata pria yang juga lulusan Jerman ini.
Komang mengaku belum lama tahu bahwa Peter kini menjadi sopir taksi. Sebagai teman, ia menanggapi positif pilihan pekerjaannya saat ini. Apalagi mengetahui bahwa salah satu tujuan Peter sebagai sopir taksi adalah untuk menguasai penyebab kemacetan di Jakarta.
"Dia memang bidangnya water and transportation," ucap pria yang tinggal di kawasan Bintaro ini.
Foto di bawah ini menunjukkan Peter saat pesta kelulusan semasa baru menjadi seorang insinyur muda (pesta perpisahan/ Diplom - fest di TH Darmstadt Hauptgebauede zimmer 304 16 January 1988)

Keterangan Peter: Carina Weber, saat ini tinggal di Weinheim berprofesi sebagai konsultan Feng Shui (tangan di saku), Prof. Michael Mueller (brewok) saat ini tinggal di Magdeburg berprofesi sebagai Prof di FH Magdeburg Stendhal Jurusan Bauingenieurwesen (teknik sipil), Michael Knicker (baju lengan pendek bergaris) saat ini berprofesi sebagai pemilik Immobilien Agentur tinggel di dekat Bremen, saya (kaos merah lengan pendek), Stephan Weber (Kaos merah lengan panjang) tinggal di Dolemont Swiss, saat ini berprofesi sebagi Fotografer, pembuat miniatur kereta api dan pembuat perhiasan.

Keterangan Peter: Arash Akhavan, saat ini tinggal di Nieder Bayern berprofesi sebagai Prfstatiker (sweater coklat) saya dan Regine (Keferstein) terakhir yang saya tahu ia turut membantu pembangunan Terminal 2 Airport Frankfurt.
(Nur Khafifah/Rachmadin Ismail)











































