"Pandangannya sederhana aja, nggak usah memperalat anak-anak," kata Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakpus, Senin (25/5/2015).
Ahok menduga para pendemo ini sebenarnya orang-orang yang menyewakan tempatnya pada warga. Karena itu, mereka menolak untuk direlokasi.
"Demo-demo ribut-ribut itu rata-rata yang punya tempat lapak disewain, nah sama kayak lokbin (lokasi binaan) loksem (lokasi sementara) marah-marah," sambungnya.
Ia mengatakan langkah merelokasi mereka ke rusun adalah langkah terbaik. Sayangnya, warga tak terima karena kurang memahami.
"Kalau kamu sewa rumah yang kumuh di pinggiran sungai itu Rp 300 ribu sampai Rp 500 ribu sebulan. Lalu kalau saya pindahkan ke rusun, Anda hanya bayar Rp 140 ribu ukuran 5x6 sama air PAM dan listrik paling abis Rp 400 ribu hingga 500 ribu," terangnya.
Demo anak-anak SD ini terjadi di depan gedung Balai Kota, Jumat (22/5). 20-an Siswa berkumpul dengan guru mereka ini berseragam lengkap dan meneriakkan yel-yel penolakan penggusuran.
(Mulya Nurbilkis/Hestiana Dharmastuti)











































