Panji Anggoro, volunteer pada Jakarta Animal Aid Network (JAAN) di Bali menyatakan, sejak Senin (25/5/2015) pagi keempat paus itu sudah tidak terlihat lagi.
"Sudah sejak pagi tidak terlihat lagi. Mungkin ke laut dalam, bisa jadi juga berpindah. Ini masih kita pantau pantai-pantai sekitar sini," kata Panji yang dihubungi Senin siang.
Panji menyatakan, pantauan terakhir terhadap kondisi keempat paus yang terdampar di Pantai Padang Galak, Kesiman, Denpasar Timur, Denpasar itu, dilakukan pada Minggu (24/5). Saat itu diketahui kondisi paus yang terluka itu cenderung membaik.
"Mau dikatakan pulih ya tidak bisa dipastikan juga. Tetapi sudah mulai berenang seperti biasa, seperti normal. Sudah mulai mencari ikan untuk makanannya di pinggir-pinggir," kata Panji.
Kendati sudah tidak terlihat di lokasi awal, namun tim penyelamat belum berhenti khawatir. Mereka masih memantau kawasan pantai di sekitar, atau yang segaris dengan Pantai Padang Galak, seperti pantai di kawasan Sanur hingga Gianyar.
"Siang ini memang tidak nampak sama sekali pausnya, tidak tahu sore nanti. Kita tetap waspada, kekhawatiran kita, pindah ke lokasi lain," tukas Panji.
Keempat ekor paus yang diduga jenis melon headed whale atau paus kepala melon itu diketahui berada di tepian pantai sejak Kamis (21/5) lalu. Seekor di antaranya terlihat memiliki luka di bagian kepala.
Diduga kondisi paus yang terluka ini yang membuat kawanan paus tersebut berhenti di Bali. Tiga paus yang lain terlihat mengelilingi paus yang sakit itu.
(Khairul Ikhwan/Ahmad Toriq)











































