"Sudah ada kesepakatan yang diinisiasi JK agar memikirkan kepentingan yang lebih besar, untuk partai dan kader. Jangan dipikir kepentingan orang dan kelompok tertentu dan pragmatis," kata Ketua DPP Golkar, kubu Ical, Tantowi Yahya di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (25/5/2015).
Menurut Tantowi, saat ini yang terpenting adalah ada kesepakatan dua pihak mau islah. Hal-hal teknis akan dibicarakan selanjutnya, termasuk tentang siapa yang akan menandatangani surat pencalonan. Sebelumnya, kubu Munas Jakarta meminta agar Agung Laksono tetap yang meneken surat pencalonan.
"Teknis akan ikut kalau ada kesepakatan, bersama-sama bersatu, islah untuk menyelamatkan kader. Jangan subuh-subuh sudah dicurigai," ucap Wakil Ketua Komisi I ini.
Ical sudah bertemu dengan JK pada Sabtu (23/5) untuk membicarakan islah dan rencananya malam ini gantian Agung yang menemui JK. Adakah kemungkinan ketiganya bertemu bersama?
"Akan mengarah ke sana. Ada momen itu," jawab Tantowi.
Sebelumnya, Waketum Golkar kubu Agung, Yorrys Raweyai mempertanyakan alasan di balik keinginan Aburizal Bakrie.
"Ini muncul tiba-tiba dari ARB setelah PTUN. Islah kan sebenarnya bukan hal baru. Januari, beliau yang tidak mau, lalu tempuh jalur hukum saja. Tiba-tiba bilang islah, ini karena hasil PTUN atau karena ada hal lain?" kata Yorrys saat dihubungi, Senin (25/5/2015).
(Indah Mutiara Kami/Ahmad Toriq)











































