Salah satunya akan dibangun WC umum yang ditempatkan di tiga titik tak jauh dari sendang. Masing-masing titik terdapat tiga bilik WC umum.
"Memang nanti kita bangun WC dan kamar kecil," kata Mustofa, warga Desa Begal kepada detikcom, Senin (25/5/2015).
Salah satu alasan dibangunnya toilet, sebab lokasi sendang untuk 'rumah' sang peri berada di dalam hutan yang jauh dari perumahan penduduk. Jalan untuk masuk ke dalam hutan saja juga tidak bisa dilewati dengan mobil.
Ditegaskan Mustofa, penyediaan toilet di sekitar lokasi sendang memang sangat diperlukan mengingat acara akan berlangsung selama dua hari, yakni tanggal 6-7 Juni. Sementara penontonnya diperkirakan ribuan yang datang dari beragai kota dan lapisan masyarakat.
Sementara acara puncak pada Sabtu (6/6) malam di sebelah utara sendang akan digelar pertunjukan wayang kulit semalam suntuk yang dipastikan menjadi puncak acara dan dipadati ribuan penonton.
Ritual 'membangun' rumah merupakan permitaan peri Roro Setyowati, istri Mbah Kodok Ibnu Sukodok, mengingat saat ini sang peri dikabarkan sedang hamil bayi kembar dampit. Sementara lokasi rumah Mbah Kodok dengan sendang di hutan Desa Begel Kedunggalar berberjarak kurang lebih 7 km.
(Indra Subagja/Rachmadin Ismail)











































