Pantauan detikcom, Minggu (24/5/2015) saat masuk ke gedung tempat imgiran Rohingya ditampung, mata Mensos tampak berkaca-kaca. Ia disapa oleh sejumlah anak-anak yang sedang menyantap makan siang. Khofifah kemudian mengobrol dengan sejumlah perempuan yang membawa bayi.
Saat ia menanyakan kondisi imigran, tiba-tiba seorang remaja Rohingya membawa bayi berusia dua tahun yang sedang menangis. Khofifah berusaha mengusap-usap kepala bayi tersebut agar diam. Tapi sang bayi tetap menangis kencang.
Karena tak tega melihat bayi tersebut terus menangis, Khofifah menggendongnya dan kemudian memberinya roti. Sontak, sang bayi langsung terdiam. Selain itu, Mensos juga membagikan-bagikan jilbab dan Alquran kepada para pengungsi.
Di lokasi pengungsian, Mensos Khofifah juga mengajak sejumlah perempuan membaca tiga surah pendek secara bersama-sama. Ada juga anak yang diminta membacakan surah Al-Fatihah.
Selain melihat kondisi di dalam gedung tempat mereka ditampung, Khofifah juga melihat dapur umum. Setelah itu, Mensos melihat ruangan tempat bantuan untuk imigran disimpan.
Di lokasi penampungan, imigran Bangladesh dan Rohingya ditempatkan di dalam gedung terpisah. Hal itu dilakukan karena pengungsi Bangladesh lari dari negaranya untuk mencari kerja. Sementara Rohingya kabur dari negara mereka karena diusir dan dibunuh.
"Yang membedakan imigran Bangladesh dan Rohingya adalah Bangladesh lari karena alasan ekonomi sementara Rohingya ingin mencari suaka," kata Khofifah kepada wartawan saat mengunjungi Kuala Langsa, Aceh.
Menurut Khofifah, imgiran Rohingya tetap akan ditampung di Indonesia karena alasan kemanusiaan. Sementara pengungsi Bangladesh akan segera dipulangkan. "Setelah dokumen mereka (Bangladesh) lengkap akan kita pulangkan," jelasnya.
(Triono Wahyu Sudibyo/Triono Wahyu Sudibyo)











































