Dituding Korupsi, Menpora akan Pidanakan Aktivis Mahasiswa
Kamis, 17 Feb 2005 09:22 WIB
Jakarta - Menteri Negara Pemuda dan Olahraga Adhyaksa Dault menegaskan akan menuntut pidana aktivis mahasiswa yang dianggap telah mencemarkan nama baiknya dengan tudingan dugaan korupsi."Saya akan tuntut secara pidana. Ini pencemaran nama baik. Kami kan masih baru jadi menteri. Anggaran resmi saja belum ada. Jadi darimana saya korupsi," tukasnya kepada detikcom melalui telepon, Kamis (17/2/2005).Adhyaksa berencana akan melaporkan Andi, aktivis Gerakan Mahasiswa Jabotabek ke polisi. Hal itu dilakukannya sebagai pembelajaran agar jangan asal bicara dan menuduh."Saya kan juga mantan aktivis, tapi saya tidak kenal dia. Teman-teman saya aktivis juga tidak kenal dia. Bisa jadi dia pakai nama palsu. Organisasinya itu gelap dan tidak jelas. Aksi mereka tidak murni dan dibayar oknum tertentu," ujarnya.Adhyaksa mensinyalir modus operandi yang sama sewaktu dirinya menjadi calon kuat Menpora pada pertengahan Oktober 2004. Saat itu 10 karangan bunga bertuliskan: "Turut Berduka Cita atas direkomendasikannya menteri preman: Adhyaksa" dikirim ke rumah Presiden SBY yang sedang melakukan fit and proper test terhadap calon menteri."Ini modusnya benar-benar sama. Tujuannya untuk menjatuhkan saya. Yang pasti oknum di belakang gerakan ini tidak suka kepada saya dan ingin menjatuhkan saya," tukasnya.Adhyaksa mengakui tindakannya untuk melaporkan hal tersebut ke polisi secara pribadi, tanpa konsultasi lebih dulu dengan teman-temannya sesama menteri yang juga dituding korupsi. Hari ini dirinya akan bicara dengan kuasa hukum dan teman-teman aktivis."Kita akan lacak dan laporkan Andi ke polisi supaya kapok. Logikanya saya dituduh korupsi dimana coba. Saya tidak pernah kena kasus BLBI atau kredit macet. Saya juga bukan PNS. Saya ini mantan aktivis. Jadi korupsi dimana," tukas dia.Kemarin, sekitar 50 aktivis Gerakan Mahasiswa Jabotabek menggelar unjuk rasa di depan kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mereka mendesak KPK untuk memeriksa enam orang menteri yang diduga korupsi.Keenam menteri yang dimaksud adalah Menko Perekonomian Aburizal Bakrie, Meneg PPN/Kepala Bappenas Sri Mulyani, Menkeu Jusus Anwar, Menteri Perdagangan Marie Pangestu, Meneg BUMN Sugiharto, dan Menpora Adhyaksa Dault.Menurut Andi, aktivis GMJ, mereka menuntut KPK agar memeriksa menteri-menteri itu karena mereka diduga melakukan korupsi sebelum menjabat menteri. Mereka memberikan lima ekor ayam sebagai simbol dari menteri-menteri yang diduga korupsi itu.Berita Terkait:* Demo di KPK, Mahasiswa Desak KPK Periksa Enam Menteri
(sss/)











































