detikNews
Minggu 24 Mei 2015, 13:15 WIB

Di Depan Para Ilmuwan, Habibie Cerita Kenangan Pertemuan dengan Soeharto

M Iqbal - detikNews
Di Depan Para Ilmuwan, Habibie Cerita Kenangan Pertemuan dengan Soeharto
Jakarta - Mantan Presiden RI BJ Habibie hadir di tengah-tengah para ilmuwan yang tergabung dalam ‎Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI). Habibie memberikan pengarahan sebagai pendiri AIPI pada tahun 1990 tentang ilmu pengetahuan kekinian.

Kegiatan yang digelar dalam Rapat Paripurna Terbuka AIPI itu dihadiri sekitar 50 ilmuwan yang mayoritas profesor anggota AIPI digelar di perpustakaan Habibie-Ainun kediaman B.J. Habibie Jalan Patra Kuningan XIII Blok L XV Kav.5 Kuningan Jakarta Selatan‎, Minggu (24/5/2015).

Acara dimulai dengan pengangkatan 10 anggota baru AIPI. Setelah itu diisi sambutan Habibie tentang pengembangan iptek yang dimulainya dengan cerita tentang pertemuan pertama dengan Presiden Soeharto di Indonesia.

"Saya dapat telepon dari Deplu orang Jerman. Presiden kamu mau datang dan anda harap datang hari Jumat. 'Ada apa? Saya lagi sibuk'. Itu permintaan, pokoknya anda harus datang. Saya sebagai karyawan dari perusahaan Jerman waktu itu terbesar dalam bidang pertahanan, oke saya datang. Itu pertama saya datang," cerita Habibie dengan gaya bicara khasnya.

Dalam pertemuan dengan Soeharto itu, Habibie dimintai masukan soal ‎Indonesia yang akan memiliki satelit. Dalam waktu singkat, Habibie mempelajari laporan studi kelayakan soal satelit dimaksud dan langsung memberikan masukan kepada Soeharto.

"Itu pertama kali saya ketemu Pak Harto sebagai Presiden di bumi Indonesia. Hari Senin tanggal 28 Januari 1974," ujarnya.

Habibie melanjutkan, Soeharto kemudian memintanya untuk membantu pengembangan ilmu pengetahuan di Indonesia. "Dia bilang, Pak Habibie, saya sudah putuskan bahwa Pak Habibie ini harus persiapkan kerangka tinggal landas bangsa Indonesia yang akan datang," kata Habibie menirukan ucapan Soeharto.

"Dia tidak tahu akan ada crisis. 'Yang benar saja, kenapa saya. Saya hanya bisa buat kapal terbang, senjata, helikopter, kereta api. Tapi itu bukan pembangunan Indonesia, masih banyak yang lebih senior dari saya. Saya sebut nama-nama, dia (Soeharto) hanya senyum,' lanjutnya.

Obrolan dengan Soeharto itu akhirnya berujung pada kesiapan Habibie untuk membantu membangun industri stategis yang dimintanya. Namun saat itu Habibie memberi syarat, bahwa dana yang dibutuhkan tidak boleh berasal dari pinjaman.

"Saya tidak mau dibiayai pinjaman, karena pinjaman itu tidak akan mungkin membayar pengembangan SDM. Jadi dari mana? Sesuai UUD, dari sumber daya alam," jawab Habibie.

Cerita tentang pertemuan dengan Soeharto yang kemudian diketahui bagian sejarah berdirinya PT Dirgantara Indonesia itu ‎adalah motivasi Habibie untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indoensia.

Habibie lalu mendirikan AIPI sebagai wadah bagi para ilmuwan Indonesia yang dinaungi oleh UU Nomor 8 tahun 1990 tentang AIPI. AIPI bertugas memberikan rekomendasi bagi pemerintah dalam hal ilmu pengetahuan dan teknologi. Ada 5 komisi di AIPI, yaitu Ilmu Rekayasa yang sebelumnya diketuai Habibie, Ilmu Kedokteran, Ilmu Sosial, Ilmu Pengetahuan Dasar dan Kebudayaan



  • Di Depan Para Ilmuwan, Habibie Cerita Kenangan Pertemuan dengan Soeharto
  • Di Depan Para Ilmuwan, Habibie Cerita Kenangan Pertemuan dengan Soeharto

(M Iqbal/Rachmadin Ismail)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com