Temui JK Bicara soal Golkar, Ical: Ada Satu Formula untuk Pilkada

Temui JK Bicara soal Golkar, Ical: Ada Satu Formula untuk Pilkada

Hardani Triyoga - detikNews
Sabtu, 23 Mei 2015 23:04 WIB
Temui JK Bicara soal Golkar, Ical: Ada Satu Formula untuk Pilkada
Jakarta - Ketua Umum Golkar Munas Bali Aburizal Bakrie (Ical) malam ini menggelar pertemuan tertutup dengan politisi senior Golkar Jusuf Kalla. Ical mengatakan pembicaraannya dengan JK terkait proses islah dan persiapan Golkar menghadapi Pilkada serentak.

Ical mengklaim selama pertemuan sekitar 1 jam lebih 15 menit itu sudah ada pembahasan dengan JK agar kader Golkar di daerah bisa mendaftarkan atas nama partai untuk Pilkada.

"Kita berbicara tentang konflik Golkar setelah putusan PTUN ini sehingga dengan demikian bisa diselesaikan. Yang jelas ada satu formula agar semua daerah dapat mendaftarkan bersama-sama di kantor DPD Golkar. Jadi, satu Golkarnya Golkarnya," kata JK usai pertemuan di rumah dinas JK, Jl Diponegoro, Menteng, Jakarta, Sabtu (23/5/2015) malam.

Dia mengatakan formula terkait persiapan Pilkada ini akan diumumkan dalam waktu dekat. Ia menyebut setelah mendaftar di DPD, maka selanjutnya nanti DPP Golkar yang menentukan keputusan terkait kader yang akan maju di Pilkada.

"Jadi, dalam waktu singkat ini formula akan diumumkan. Ini sudah kesepakatan (dengan JK) untuk Pilkada," sebutnya.

Terkait kepengurusan yang berhak tanda tangan agar ikut Pilkada, Ical belum bisa menjawabnya. Namun, yang penting adalah pendaftaran lebih dulu dilakukan oleh kader daerah.

"Nanti kita tetap. Yang penting daftarkan saja nanti. Kalau sudah daftar sebagaimana-bagaimananya, baru nanti keputusan di tangan DPP, Nanti DPP-nya tentu kita lihat siapa," sebutnya.

Menurutnya, yang penting saat ini adalah tekad bersama untuk membangun Partai Golkar demi persiapan Pilkada. Apalagi mengingat batas pendaftaran akhir dimulai 26 Juli mendatang.

"Yang jelas bahwa kita bersama-sama ini membangun partai Golkar. Yang penting kan penjaringan dulu. Kalau penandatanganan dari DPD kan nanti 26 Juli, masih lama," tuturnya.

(Hardani Triyoga/Dhani Irawan)


Berita Terkait