Kepala Lapas Banceuy Agus Iriato tidak memungkiri bila anak buahnya tersebut tergolong nakal. Dia menampik bila perilaku nakal Dedi terkait masalah narkotika.
"Dari gayanya ya begitu, kayak anak muda zaman sekarang. Kalau kita kan orang kerja rambut, pakaian rapih, nah kalau dia yang kayak anak muda saja. Sering saya dibuat jengkel dia," kata Agus saat berbincang dengan detikcom, Sabtu (23/5/2015).
Beragam informasi diterimanya terkait dengan tingkah polah Dedi selama bertugas menjaga pintu portir lapas. Terrmasuk adanya dugaan Dedi pernah memasukan narkoba ke dalam lapas.
"Tapi sulit untuk membuktikan bahwa dia bermain seperti itu. Belum ada yang bisa mengarah ke dia betul-betul ada bukti A1 (pasti)," ujar Agus.
Meski demikian, Agus tetap menindaklanjuti informasi tersebut. Salah satu keputusan yang dia buat adalah Dedi tidak diperkenankan lagi berhubungan langsung dengan penghuni Lapas.
"Dia ditugaskan menjaga pos pantau di atas, jadi tidak berhubungan langsung dengan warga binaan," kata Agus.
Agus menjelaskan, berbagai upaya sudah dilakukan pihaknya untuk menekan segala bentuk pelanggaran di dalam Lapas Banceuy. Salah satunya adalah merazia handphone agar tidak masuk ke dalam Lapas.
Salah satu cara adalah dengan menekankan penggeledahan kepada siapa pun yang masuk. "Termasuk saya, mereka wajib untuk menggeledah. Tapi ya mungkin bertahan seminggu dua minggu. Karena mungkin jenuh, atau ewuh pakewuh," kata Agus.
Dedi Romadi kini mendekam di Rutan BNN, Jl MT Haryono, Cawang. Dedi ditangkap Kamis (21/5) malam di Atrium Senen, Jakarta Pusat.
Petugas sudah menggeledah asrama yang didiami Dedi yang terletak tidak jauh dari Lapas Banceuy. Di dalam kamar tersebut, petugas menemukan 778 pil ekstasi dan sejumlah paket sabu siap edar.
Total delapan orang diamankan dalam kasus tersebut. Namun, empat di antaranya masih diselidiki keterlibatannya karena keempat orang yang diamankan berada di lokasi penggeledahan.
(Andri Haryanto/Ahmad Toriq)










































