Ketua Yayasan Seramoe Peduli Aceh, Akmal Abzal, mengatakan, Yayasan Seramoe Peduli Aceh sengaja memberi bantuan dalam bentuk uang tunai karena bantuan logistik sudah menumpuk di lokasi. Yayasan tersebut juga menyantuni 10 pengungsi yang sedang dirawat di Rumah Sakit Umum (RSU) Cut Mutia Lhokseumawe.
"Bantuan berupa logistik sudah banyak di lokasi. Makanya kita memilih memberikan santunan langsung berbentuk uang tunai," kata Akmal dalam rilis yang dikirim ke media, Sabtu (23/5/2015).
Bantuan tersebut disalurkan untuk imigran yang ditampung di Mess Imigrasi Punteut, Lhokseumawe 245 jiwa, posko Lapang Aceh Utara 322 jiwa, Pelabuhan Langsa 257 jiwa, dan 471 jiwa di SKB Aceh Tamiang. Mereka menyalurkan santunan pada 20-21 Mei 2015.
Menurut Akmal, pihaknya sengaja memberikan uang tunai agar imigran dapat berbelanja berbagai kebutuhan yang mereka butuhkan.
"Harapan kita uang tersebut dapat dibelanjakan oleh pengungsi di sekitar kamp yang mereka tempati, dan secara tidak langsung memberi manfaat atau timbal balik bagi warga sekitar kamp pengungsian,” ungkapnya.
Sebanyak 1.722 imigran kini ditampung di Aceh Utara, Aceh Timur, Langsa, dan Aceh Tamiang. Mereka terdiri dari 1.239 jiwa laki-laki, 244 jiwa perempuan, dan 238 jiwa anak-anak. Pengungsi ini terdampar di perairan Aceh pada tanggal 10, 15, 16, dan 20 Mei 2015.
(Khairul Ikhwan/Khairul Ikhwan)










































