"Di DPR yang memimpin di alat kelengkapan dewan dan komisi-komisi sangat sedikit yang perempuan. Jika ini panselnya perempuan seharusnya perempuan lebih berani mendaftar sebagai pimpinan KPK," kata anggota DPR RI Meutya Hafid di Gado-gado Boplo, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (23/5/2015).
Di tempat yang sama, Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia Grace Natalie mengatakan isu utama yang menonjol dari pansel capim KPK adalah dukungan publik. Hal itu bisa dimanfaatkan dengan menjaring partisipasi publik.
"Awal saja ini modal besar pansel KPK banyak mendapat dukungan dari masyarakat. Saya pikir KPK baik untuk meng-update step by step apa yang sudah mereka lakukan. Kalau isu ini sudah menjadi milik rakyat nantinya, ujungnya agar di komisioner nanti kita lihat perempuan," kata mantan presenter televisi swasta itu.
Grace juga sependapat dengan Meutya bahwa perempuan harus berani maju sebagai calon pimpinan KPK. Dia mencontohkan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti yang justru lebih tegas daripada kaum pria.
"Ketika diisi Bu Susi ternyata tidak kalah garang. Saya yakin ada hal berbeda. Mungkin ketika ada perempuan di sana komunikasi berbeda. Para laki-lakinya tidak tertindas kok jangan khawatir," pungkasnya.
(Dhani Irawan/Hestiana Dharmastuti)











































