Asosiasi Pengusaha: Isu Beras Sintetis Turunkan Omset Penjualan

Asosiasi Pengusaha: Isu Beras Sintetis Turunkan Omset Penjualan

Hardani Triyoga - detikNews
Sabtu, 23 Mei 2015 12:01 WIB
Asosiasi Pengusaha: Isu Beras Sintetis Turunkan Omset Penjualan
Jakarta - Munculnya beras sintetis dari bahan plastik membuat pengusaha beras mengeluh karena omsetnya mengalami penurunan. Ketua Persatuan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (Perpadi) Nellys Soekidi mengatakan penurunan omset ini karena secara psikokog kepercayaan konsumen berubah.

"Selama 26 tahun jual beras, saya baru alami kali ini. Jujur saja, saya prihatin karena pelaku usaha di bidang beras ada penurunan kepercayaan secara psikolog dari konsumen. Penurunan ini berpengaruh di omset," kata Nellys dalam diskusi "Kejahatan Beras Sintetis" di DoubleTree by Hilton Hotel, Cikini, Jakarta, Sabtu (23/5/2015).

Dia menyebut penurunan omset ini tergantung jumlah ketersediaan penjual beras. Kisaran penurunan ini bisa mencapai dari 10-30 persen.

Hal ini menurutnya sudah dirasakan oleh sejumlah penjual beras di daerah Jabodetabek.

"Kisarannya di sekitar 10-30 persen, tergantung jumlah beras yang dijual. Sudah dialami ini sudah di Jabodetabek," ujarnya.

Namun, ia meyakini munculnya beras sintetis ini disebabkan oknum yang sengaja membuat gaduh jelang bulan Ramadan dan Idul Fitri. Ia berpendapat tidak mungkin penjual beras melakukan kesengajaan untuk berbuat curang demi persaingan dan keuntungan ekonomi.

"Logika saya beras dicampur plastik itu motifnya apa? Biji plastik itu sekarang harganya berapa? Tinggi sekali. Kalau motif ekonomi, ini risikonya tinggi. Risikonya penjual akan ditinggal pelanggan. Saya katakan tidak mungkin penjual beras melakukan hal itu," tuturnya.

Terkait temuan adanya beras plastik di Bekasi, ia masih meragukan penemuan tersebut. โ€ŽMeskipun laboratorium Sucofindo sudah melakukan uji ilmiah terhadap beras yang diduga berbahan plastik.

Menurutnya lebih baik menunggu uji sampel yang dilakukan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

"Ini masih ada kejanggalan, saya belum yakin kalau itu beras sintetis. Kenapa enggak tunggu BPOM dulu?" ujarnya.

(Hardani Triyoga/Ahmad Toriq)


Berita Terkait