Petugas BNNP Jateng bersama Provost Polda Jateng, Satresnarkoba Polrestabes Semarang, dan polisi militer Pomdam IV/Diponegoro awalnya memerika satu persatu room di tempat karaoke yang berada di Jalan Kelud Raya, Gajahmungkur.
Saat tiba di salah satu room, petugas menemukan barang-barang namun tanpa ada pemiliknya. Barang yang ada di meja pun digeledah, dan petugas berusaha melongok ke toilet di room itu. Ternyata pemilik barang bernama Doni berada di dalam toilet.
"Sebentar, pak," teriaknya saat diminta keluar petugas.
Tidak berapa lama, seorang wanita tinggi memakai rok ketat warna hitam dan baju renda menyusul keluar dari toilet. Wanita tersebut adalah pemandu karaoke di sana.
"Saya enggak ngapa-ngapain, kok (di dalam toilet)," sangkal wanita tinggi itu meski petugas sempat memergokinya tidak mengenakan rok di toilet bersama Doni.
Petugas pun segera meminta mereka melakukan tes urin untuk mengetahui apakah mereka mengkonsumsi narkoba atau tidak. Ternyata hasilnya mereka negatif. Kemudian setelah selesai diperiksa, Doni meminta izin melanjutkan kegiatannya berkaraoke.
"Boleh lanjut ini (karaoke)?," ujar Doni.
Dini hari tadi, tim gabungan BNNP Jateng menggelar razia di empat lokasi yaitu tempat karaoke di Tembalang, di Jalan Setyabudi, di Gombel, dan di daerah Sampangan. Kabid Pemberantasan BNNP Jateng, AKBP Suprinarto mengatakan ada sekitar 150 orang yang dites dan dinyatakan negatif narkoba.
"Ada sekitar 150 orang, sudah dites urin dan hasilnya negatif," kata Suprinarto.
BNNP Jawa Tengah memang sedang gencar melakukan razia di sejumlah tempat hiburan dan titik keramaian lainnya. Dalam seminggu ini setidaknya giat sudah dilakukan sebanyak tiga kali.
"Kami akan terus menggelar giat operasi tes urin," tegas Suprinarto.
(Angling Adhitya Purbaya/Mega Putra Ratya)











































