Keterangan yang diperoleh Jumat (22/5/2015) menyebutkan, kasusnya bermula ketika seorang bintara yang bertugas di Sabhara Polres Binjai mengancam seorang anggota Brimob Batalyon A yang bermarkas di Binjai.
Tidak senang dengan pengancaman itu, sekelompok oknum Brimob mendatangi mess Sabhara Polres yang berada di belakang Mapolres Binjai, mencari bintara yang melakukan pengancaman itu. Selanjutnya melakukan pemukulan terhadap yang bersangkutan, Rabu (20/5).
Kasusnya menjadi ramai, karena saat korban pemukulan membuat laporan di Polres Binjai, sekelompok Brimob yang lain datang ke Polres. Namun tidak sampai terjadi insiden lanjutan karena pimpinan satuan polisi itu segera mengambil tindakan.
Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Sumut Kombes Pol Helfi Assegaf mengatakan situasi saat ini sudah kondusif. Komandan satuan masing-masing personel yang bermasalah sudah mengambil tindakan.
"Permasalahannya selesailah, tindakan yang diambil oleh masing-masing komandannya adalah kedua anggota tersebut diberikan tindakan disiplin," kata Helfi kepada wartawan, Jumat sore.
Jadi, kata Helfi, awalnya ada anggota Brimob mengendarai sepeda motor. Saat itu di depannya ada anggota Sabhara Polres Binjai yang sedang nongkrong.
"Mungkin karena ada permasalahan di antara keduanya, terjadilah cekcok mulut. Jadi saat itu ada sekitar lima orang lainnya mendatangi mess Sabhara Polres Binjai," kata Helfi
Helfi menyebutkan saat kejadian itu, teman-temannya memisahkan mereka dan kemudian didamaikan.
(Khairul Ikhwan/Triono Wahyu Sudibyo)










































