"Kayaknya ibu incar rekor itu ya kalau lolos jadi hakim agung?" tanya komisioner Komisi Yudisial (KY), Imam Anshori Saleh, di Gedung KY, Jl Kramat Raya, Jakarta, Jumat (22/5/2015).
Hal itu dilontarkan Taufik saat tes wawancara calon hakim agung yang diadakan KY. Atas pertanyaan itu, Djazimah menepisnya.
"Niat saya semata karena ibadah. Kalau rekor-rekor itu hanya duniawi," ujar Djazimah yang kandas saat ikut seleksi hakim agung pada 2012 lalu.
Namun Djazimah memang menyoroti minimnya perempuan di dunia peradilan agama. Dia mengatakan total hakim agama di Indonesia ada 3.600 orang. Dari total itu, hanya 700 orang di antaranya perempuan.
"Ketua pengadilan tinggi agama perempuan tidak ada. Sedangkan wakil hanya ada dua yaitu saya, Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Agama Medan dan 1 lagi Wakil PTA Gorontalo," ujarnya.
Penjelasan Djazimah pun ditanggapi Ketua KY, Suparman Marzuki yang juga turut menjadi penguji dalam tes itu. Suparman meminta hakim agung Ahmad Kamil yang berasal dari kamar agama untuk memperhatikan penjelasan Djazimah.
"Mungkin itu harus diperhatikan Pak Kamil," ucap Suparman.
Tes wawancara sendiri dipimpin oleh Ketua KY Suparman Marzuki dibantu 7 komisioner. Sedangkan dari luar ada Romo Franz Magnis Suseno dan hakim agung Ahmad Kamil.
(Rivki/Andi Saputra)











































