Ditanya Soal Kasus Petral, Kapolri: Yang Enggak Siap Siapa?

Ditanya Soal Kasus Petral, Kapolri: Yang Enggak Siap Siapa?

Andri Haryanto - detikNews
Jumat, 22 Mei 2015 15:06 WIB
Ditanya Soal Kasus Petral, Kapolri: Yang Enggak Siap Siapa?
Jakarta - Eks Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Migas Faisal Basri mendatangi Bareskrim Polri kemarinโ€Ž. Kedatangannya disebut-sebut membawa sejumlah nama yang 'bermain' di kasus proyek Migas di Petral. Kepolisian mengaku siap melakukan pengusutan.

"Yang enggak siap siapa? Ini baru dikasih datanya," kata Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (22/5/2015).

Kedatangan Faisal, kata Badrodin, adalah berkoordinasi terkait dengan dugaan korupsi dan pencucian uang di sektor Migas yang tengah diusut Bareskrim. "Hanya koordinasi saja," ujarnya.

Meski demikian, kepolisian akan siap menindaklanjuti bilamana ke depan ada laporan dari masyarakat terkait dugaan pidana dalam kasus Petral.

"Setiap korupsi kita tertarik menangani. Kalau ada yang melaporkan," kata Badrodin.

Kemarin, Faisal mengatakan kedatangannya ke Bareskrim adalah atas undangan Bareskrim yang ingin mengetahui kasus yang mendera Petral.

"Teman-teman Bareskrim pengen tahu kasus Petral, jadi saya kasih tahu. Kalau tim cuma mengharapkan diambil alih oleh Pertamina supaya fasilitasnya bisa dipakai untuk memproduksi Ron 92, gitu aja. Intinya minta penjelasan tentang Petral," kata Faisal Basri di Bareskrim Polri, kemarin.

Namun saat ditanya mengenai kasus tersebut, Faisal mengaku tidak tahu. Faisal mengatakan Bareskrim ingin tahu beberapa hal mengenai Petral.

"Kami mengeluarkan rekomendasi soal Petral. Ini Petral ini barang panas dari dulu kan. Bapak-bapak di sini minta gambaran gitu lho," kata Faisal.

"Segala informasi yang saya miliki ada nama-nama yang kita dapat, kebetulan cocok sama yang di sini. Bukan mafia migas ya, artinya ada nama-nama yang bisa dikaitkan. Saya punya nama, di sini juga punya nama, kebetulan cocok," ucapnya.

โ€ŽDi tempat yang sama, Dir Tipid Eksus Brigjen Viktor Simanjuntak menyebut bahwa Faisal diundang sebagai ahli ekonomi. Viktor mengaku ingin berkomunikasi saja dengan Faisal.

โ€Ž"Tadi Pak Faisal menjelaskan ke kita masalah-masalah di Petral sehingga ada pengetahuan bagi kita tentang masalah di Petral. Karena saya baca di laporannya beliau bahwa disebutkan direkomendasikan audit investigasi, bahkan audit forensik, coba bayangkan. Jadi saya pikir saya harus bicara dengan beliau," kata Victor.

Lalu apakah pembicaraan ini akan berlanjut ke penyelidikan dan penyidikan ke perkara? "Ya nanti kita lihat bagaimana. Pasti akan kita tindaklanjuti," jawab Victor.

(Andri Haryanto/Herianto Batubara)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads