Penggeledahan dilakukan petugas BNN pada Jumat dini hari (22/5/2015), sekitar pukul 04.00 WIB. D dibekuk di Jakarta, Kamis malam (21/5).
Berdasarkan pantauan, Jumat siang atau sekitar pukul 14.30 WIB, bangunan rumah satu lantai itu nampak sepi. Rumah dinas tersebut letaknya di samping Lapas Banceuy, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung. Lampu luar bagian luar rumah bernomor 18 bercat putih ini masih menyala.
Sejumlah tetangga tidak mengetahui jika D berurusan dengan BNN. Seorang tetangga D yang juga petugas Lapas Banceuy hanya melihat mobil berada di halaman rumah dinas tersebut.
"Saya lihat ada tiga mobil. Enggak curiga apa-apa. Saya pikir mobil itu temannya D," ujar Budiman (50).
Sewaktu melewati rumah D, Budiman mengaku hendak ke masjid untuk menunaikan salat subuh. "Dia (D) tinggal sendirian di rumah dinas," kata Budiman.
Kalapas Banceuy Agus Irianto tak menampik anak buahnya ditangkap BNN. Pada Kamis malam (21/5), sekitar pukul 22.30 WIB, Agus menerima kabar via telepon dari Dirkamtib Ditjen PAS berkaitan penangkapan D oleh BNN.
"Beliau (Dirkamtib Ditjen PAS) bilang ada staf saya ditangkap BNN. Pihak BNN tidak memberitahukan kepada kami. Sampai sekarang saya belum ada informasi pasti dari BNN," kata Agus kepada wartawan di Lapas Banceuy.
Agus sudah berusaha mengontak D. Namun telepon genggam D tidak aktif.
(Baban Gandapurnama/Triono Wahyu Sudibyo)











































