Grafolog Sebut Tulisan di Wasiat Akseyna Milik 2 Orang, Ini Tanggapan Ayah

Grafolog Sebut Tulisan di Wasiat Akseyna Milik 2 Orang, Ini Tanggapan Ayah

Niken Widya Yunita - detikNews
Jumat, 22 Mei 2015 14:47 WIB
Grafolog Sebut Tulisan di Wasiat Akseyna Milik 2 Orang, Ini Tanggapan Ayah
'Surat Wasiat' Akseyna
Jakarta - Penganalisis tulisan tangan (grafolog) dari American Handwriting Analysis Foundation, Deborah Dewi, menyatakan tulisan di surat wasiat mahasiswa Biologi UI Akseyna Ahad Dori (Ace) diduga milik dua orang. Apa tanggapan ayah Akseyna, Kolonel (Sus) Mardoto?

"Saya tentu menghargai tindakan profesional Mbak Deborah yang ikut meneliti dan menginvestigasi surat yang dikatakan tentang anak saya, saya apresiasi dan terima kasih," ujar Mardoto ketika dikonfirmasi, Jumat (22/5/2015).

Menurut Mardoto, hasil dari analisis Deborah Dewi tentunya dapat dijadikan salah satu dasar bagi polisi untuk menyelidiki kasus itu lebih dalam. Hasil itu juga menguatkan dugaan keluarga bahwa Ace tidak bunuh diri.

Deborah Dewi menyebutkan tulisan surat wasiat itu milik dua orang yaitu satu identik dengan tulisan Akseyna dan satunya, tulisan orang lain. Dia juga menyebutkan bahwa tanda tangan di surat tersebut bukan tanda tangan Akseyna. Mardoto juga menyakini dari awal bahwa tanda tangan di surat tersebut tidak diteken Akseyna.

"Itu (analisis) harus didalami. Itu sesuai dengan keyakinan keluarga, tidak menjurus dilakukan sendiri (bunuh diri). Kematiannya (Akseyna) tidak dilakukan sendiri," kata Mardoto.

Deborah Dewi menyatakan, setelah melalui pembesaran mikroskopik 200x ditemukan bahwa tulisan tangan dalam surat tersebut milik 2 orang. Pada bagian pertama ditulis oleh Akseyna dan di bagian yang ditulis tangan direvisi oleh orang lain.

"Tulisan tangan bagian pertama identik dengan tulisan tangan almarhum (asli), sementara ada bagian tulisan tangan dan tanda tangan yang dibuat oleh orang lain. Bagian yang ditulis oleh orang lain adalah bagian yang direvisi berikut penambahannya (not, for eternity, existence) dan tanda tangan," ucap Deborah.

Deborah sudah menyampaikan hasil analisisnya pada polisi. Dia menjabarkan hasil analisisnya pada polisi selama 6 jam.

Jenazah Akseyna ditemukan tenggelam di danau Balairung UI, Kamis (26/3/2015). Teman Akseyna menemukan pesan di secarik kertas di kamar kosnya bertuliskan, "Will not return for please dont search for existence my apologies for everything eternally".

Kasat Reskrim Polres Depok Kompol Teguh Nugroho belum bersedia mengomentari hasil analisis Deborah Dewi. "Nanti saja hasilnya kita rilis," ujarnya.

(Niken Widya Yunita/Nurul Hidayati)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads