Bagaimana Respons Warga soal Sisi Mistis Mbah Kodok dan Istri Perinya?

Pria 'Menikahi' Peri

Bagaimana Respons Warga soal Sisi Mistis Mbah Kodok dan Istri Perinya?

- detikNews
Jumat, 22 Mei 2015 13:43 WIB
Bagaimana Respons Warga soal Sisi Mistis Mbah Kodok dan Istri Perinya?
Prosesi siraman (Foto: Bramantyo Prijosusilo)
Ngawi - Bagus Kodok Ibnu Sukodok (64) alias Mbah Kodok 'menikahi' peri Setyowati. Dia hidup seolah-olah memang memiliki istri. Sampai mau membangun rumah segala. Hal itu dilakukan untuk kelestarian lingkungan di Desa Begal, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Bagaimana respons warga?

"Ya memang ada bau mistisnya, tapi warga sudah tahu soal isu lingkungan. Pernikahan itu bagian seni," kata Kepala Desa Begal, Yusuf Setyono (42), kepada detikcom, Jumat (22/5/2015).

Warga, menurut Yusuf, happy-happy saja. Mereka menikmati sajian pernikahan Mbah Kodok dan peri Setyowati dan prosesi setelahnya. Bahkan warga ikut mendukung dengan beragam cara.

"Warga diuntungkan. Lingkungan jadi baik lagi," jelas pria kelahiran 1973 ini.

Pernikahan Mbah Kodok bertujuan melestarikan lingkungan, terutama kawasan sekitar Alas Begal. Hutan di Sendang Margo dan Ngiyom dibabat dan dijadikan sawah pada tahun 1998-an. Akibatnya, serapan air berkurang. Air di sendang kerap kering. Padahal sendang tersebut 'menghidupi' 9 hektare sawah di 4 desa.

Saat ini, kawasan sekitar sendang ditanami jati. Namun tinggi pohon belum memadai. "Masih kecil, baru 10-an tahun," kata Yusuf.

Yusuf dan warga berharap pernikahan Mbah Kodok dan peri Setyowati bermanfaat bagi warga. Mereka ingin hutan rimbun lagi seperti dulu, sehingga air sendang bisa mengaliri sawah dan mengisi air di kolam renang yang ada sejak era Belanda tersebut. "Waktu kecil, saya sering mandi di kolam itu," tutup Yusuf.

(Triono Wahyu Sudibyo/Nurul Hidayati)


Berita Terkait