"Kita lakukan riset bersama, tes urine bagi para mahsiswa baru dan lama secara random," kata Rektor UI Prof.Dr.Muhammad Anis di Gedung Rektorat, Depok, Jawa Barat, Jumat (22/5/2015).
Tes ini juga akan berlaku bagi seluruh pegawai kampus UI.β Namun permintaan tes akan datang dari UI.
Jika nanti ada yang terindikasi, UI akan menyerahkan sepenuhnya kepada BNN untuk ditindaklanjuti. Tapi Anis menegaskan indikasi itu belum tentu artinya sudah positif pengguna narkoba.
"Siapa tahu dia habis konsumsi obat penyakit lainnya, jadi akan ditindaklanjuti," lanjutnya lagi.
Anis tidak menutup kemungkinan salah satu prasyarat masuk UI nantinya akan dilakukan uji narkoba. Namun lagi-lagi Anis mengaku itu semua terbentur masalah dana.
"Karena lakukan tes itu tidak murah," tutup Anis.
Sementara itu, Deputi Bidang Hukum dan Kerjasama BNN Aidil Chandra Salim mengungkapkan dari 4 juta pengguna narkoba, sebanyak 27,5 persen berasal dari kalangan akademis mulai dari sekolah maupun kampus.
β"Kapannya itu bisa sebelumnya (masuk sekolah atau kampus), bisa juga sesudah masuk," lanjut Aidil.
Menurut Aidil, pengaruh negatif narkoba sangatlah bahaya. Dia mencontohkan jika ada seorang anak SD sudah menggunakan narkoba, Aidil berani menjamin orang tersebut tidak akan mungkin lulus SMA.
(Moksa Hutasoit/Hestiana Dharmastuti)











































