Misteri Di Balik Indahnya Matahari Terbit di Danau Kelimutu Ende NTT

Misteri Di Balik Indahnya Matahari Terbit di Danau Kelimutu Ende NTT

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Jumat, 22 Mei 2015 02:15 WIB
Misteri Di Balik Indahnya Matahari Terbit di Danau Kelimutu Ende NTT
Ende - Pesona alam Indonesia Timur tidak ada habisnya jika dieksplorasi. Salah satunya keajaiban danau yang dapat berubah warna di puncak Gunung Kelimutu, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur.

Hembusan hawa dingin tidak menyurutkan turis domestik maupun mancanegara untuk dapat berdiri di puncak Gunung Kelimutu. Mereka datang demi mengejar terbitnya matahari dari atas puncak.

Di puncak Gunung Kelimutu terdapat tiga kawah danau yang bisa berubah warna. Penduduk setempat menamai ketiga kawah tersebut dengan nama Tiwu Ata Mbupu, Tiwu Nua Muri Koo Fai dan Tiwu Ata Polo. Kentalnya adat istiadat di sana membuat masyarakat percaya kalau ketiga kawah tersebut adalah tempat tinggal arwah atau roh yang telah meninggal.

"Tidak ada yang tahu kapan danau itu berubah warna. Dulu warna ketiga danau itu merah, putih dan biru. Semenjak didatangi wakil presiden Adam Malik danau itu kerap berubah-rubah warna," ujar Benyamin, warga Desa Moni yang terletak di kaki Gunung Kelimutu, Kamis (21/5/2015).

Setiap tanggal 14 Agustus, masyarakat setempat selalu melakukan upcara adat Pati Ka Du'a Bapu Ata Mata. Konon upacara ini dilakukan untuk memberi makan arwah atau roh di dalam danau tersebut.

"Seserahan mulai dari ayam, babi untuk parah roh. Upacara dipimpin Mosalaki (ketua adat), setelah ritual nanti seluruh suku Lio dari beberapa kampung berkumpul di sini untuk makan bersama," paparnya.

Salah satu yang menarik dari Danau Kelimutu, masyarakat setempat percaya bahwa perubahan warna kawah memiliki makna. Mereka meyakini akan ada musibah atau datangnya pejabat dari pemerintah pusat pada setiap perubahan warna kawah.

"Seperti tadi seminggu yang lalu kawah danau berwarna hijau. Begitu cucu Soekarno datang warnanya berubah menjadi putih. Bahkan ketika kunjungan Kapolri dan Panglima danau berubah menjadi warna hijau. Perubahan warna itu terjadi satu hingga dua hari sebelumnya," tutur Benyamin.

Masyarakat setempat juga meyakini setiap terjadi pergolakkan di dalam negeri, danau juga akan berubah warna. Hal tersebut seakan menjadi ramalan peringatan dari alam.

"Dulu tahun 2013 waktu kawah Tiwu Nua Muri Koo Fai terjadi longsor, selang beberapa hari kemudian kita lihat berita tv ternyata mahasiswa tengah melakukan demo besar-besaran. Bahkan yang terakhir waktu ramai ekskusi mati, kawah Tiwu Ata Polo berubah menjadi putih, seakan mereka menampung roh jahat yang dieksekusi itu," tandasnya.

(Edward Febriyatri Kusuma/Elza Astari Retaduari)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads