"Melalui buku sederhana ini, saya berharap agar cita-cita, mimpi, ide dan gagasan para perintis dan pelopor kemerdekaan terus menjadi roh dan jiwa, menjadi teladan perjuangan bangsa ini," ujar Prananda dalam keterangan yang diterima detikcom, Kamis (21/5/2015).
Dalam kata pengantar buku tersebut, Prananda mengatakan bahwa buku ia susun dengan tujuan agar seperti amanat Bung Karno, peristiwa Kebangkitan Nasional tidak dimaknai sebagai seremonial belaka. Judul buku sendiri diambil dari pidato Bung Karno pada Hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei 1952.
"Ada penderitaaan, kesulitan, tantangan, rintangan dan pengorbanan panjang perintis dan pelopor kemerdekaan yang harus hidup agar rakyat dan bangsa Indonesia tetap memiliki kepribadian di atas singgasana kedaulatan dan kemerdekaan," tulis Prananda dalam kata pengantar buku 'Setialah Kepada Sumbermu' itu.
Buku ini bertema mengenai Kebangkitan Nasional dan Sejarah Budi Utomo. Bagi Prananda, pidato-pidato sang Proklamator di setiap peringatan Hari Kebangkitan Nasional yang jatuh pada tanggal 20 Mei menjadi penting dalam membangun kembali kesadaran sekaligus kepercayaan diri Indonesia.
"Pidato-pidato Bung Karno tersebut saya yakini akan memberikan sebuah kekuatan agar kita bersama mampu kembali bangkit, terus bangkit menyatukan segenap tenaga revolusioner rakyat, agar sungai-sungai yang kerontang kembali mengalir ke seluruh pelosok tanah air, mengalirkan semangat perjuangan bersama agar kita menjadi bangsa yang sejati-jatinya merdeka," tutup putra Megawati Soekarnoputri itu.
(Elza Astari Retaduari/Indah Mutiara Kami)











































