5 Anak Utomo-Iin Perlu 10 Tahun untuk Sembuh dari Trauma

Anak Ditelantarkan Ortu

5 Anak Utomo-Iin Perlu 10 Tahun untuk Sembuh dari Trauma

Mulya Nurbilkis - detikNews
Kamis, 21 Mei 2015 20:40 WIB
5 Anak Utomo-Iin Perlu 10 Tahun untuk Sembuh dari Trauma
Jakarta - Kelima anak yang ditelantarkan pasangan suami istri Utomo dan Iin mengalami trauma dengan tingkatan yang berbeda-beda. Mereka membutuhkan waktu sekitar 10 tahun untuk menyembuhkan mental dan psikis.

"Kelimanya ini tidak sama trauma psikisnya, bervariasi. Ada yang trauma mendalam dan butuh waktu lama untuk baik. Diperkirakan sekitar 10 tahun," kata Sekjen KPAI Erlinda di kantor BNN, Jl MT Haryono, Jaktim, Kamis (21/5/2015).

Ia mengatakan, 2 anak di antaranya mengalami trauma dengan tingkatan sedang, namun 2 anak lainnya masih cukup kecil sehingga tak terpengaruh cukup besar atas perlakuan kedua orang tuanya. Akan tetapi seorang anak mengalami trauma cukup berat.

"Kami terus memberikan treatment untuk mencari pola pengasuhan yang paling tepat. Treatment tiap anak berbeda-beda. Kami juga membatasi orang-orang yang datang mendekati," lanjutnya.

Erlinda menambahkan, anak-anak itu sedang menjalani masa penyembuhan psikis secara bertahap. Sekilas, mereka bisa terlihat stabil emosinya namun tak jarang dalam waktu-waktu tertentu emosi mereka naik turun. Selain itu, kelima anak ini juga diberi pengenalan ilmu agama dengan didatangkannya ustadz serta guru untuk mengajar pelajaran sekolah.

"Kita datangkan ustadz dan ustadzah untuk pendidikan agama mereka. Ada hal buruk yang terus kami treatment untuk berganti dengan hal positif," sambungnya.

Ia tak memungkiri ada salah satu anak yang merindukan ibunya dan ingin bertemu. Namun, KPAI memberi beberapa perlakuan yang bisa mengalihkan perhatian anak tersebut sehingga tak lagi memikirkan ibunya. Menurutnya, saat ini, dengan alasan perbaikan psikis, mereka belum bisa dipertemukan dengan orangtua mereka.

Kemudian dilanjutkan Erlinda, penyembuhan psikis pada anak yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga memang membutuhkan waktu yang lama. Selain itu dibutuhkan kerjasama dari keluarga dan lingkungan agar penyembuhan psikis bisa berjalan maksimal.

(Mulya Nurbilkis/Prins David Saut)


Berita Terkait