Darwati, PRT yang Lulus S-1 <I>Cum Laude</I> Bisa Kuliah karena 'Surprise' Majikan

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Kamis, 21 Mei 2015 17:59 WIB
Darwati dan orangtuanya (Foto: Angling Adhitya P/detikcom)
Semarang -

Darwati (23), seorang pembantu rumah tangga (PRT) asal Desa Gunungan, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, kini bernapas lega. Perjuangannya meraih gelar sarjana sukses. Bagaimana ia bisa kuliah?

Darwati ingat betul, ia menjadi PRT sejak tanggal 16 Agustus 2010 silam. Sebelumnya, lulusan SMA Muhammadiyah 5 Todanan itu pergi ke Jakarta. Seminggu kemudian, ia balik lagi ke kampung dan ikut orang berjualan es campur selama 3 minggu. Namun sebelum upah dibayarkan, Darwati pindah bekerja sebagai PRT di rumah drg Lely Atasti Bachrudin.

Nah, saat bekerja di rumah dokter itulah keajaiban datang. Di sela pekerjaan, Darwati bergumam ingin kuliah. Rupanya majikannya mendengar. "Beberapa hari setelah itu, bapak (majikan) pulang dari praktik dan bilang kalau bapak saya baru saja menemui dan bilang saya ingin kuliah. Saya diperbolehkan menyambi kuliah," ujar Darwati saat berbincang dengan detikcom di sela acara wisudanya di aula Masjid Agung Jawa Tengah, Kamis (21/5/2015).

Apa yang dikatakan majikan Darwati ternyata hanya akal-akalan. "Bapak saya tidak pernah menemui beliau (majikan)," kata Darwati yang mengaku beruntung mendapatkan majikan yang baik hati.

Dengan semangat, Darwati mulai mencari informasi universitas dan jurusan yang akan diambil hingga akhirnya ia memilih Universitas 17 Agustus (Untag) Semarang. Ia menyisihkan sebagian gajinya yang saat itu Rp 350 per bulan.

"Masalahnya masih di dana. Kadang saya pinjam teman, saya juga menyisihkan gaji, kadang dikasih uang saku sama bapak (majikan). Pokoknya prinsip saya kalau utang harus bayar," tegasnya.

Tidak hanya dana, untuk berangkat kuliah ia harus menempuh jarak lebih dari 50 km. Terkadang ia menumpang temannya yang berasal dari Grobogan, namun ia lebih sering naik bus.

"Kadang saya diminta menemani anaknya bapak yang ada rumah di Semarang, jadi menginap di sini. Berangkat ke Semarang pas ada jadwal saja," pungkasnya.

Hari ini, Darwati diwisuda. Dia termasuk mahasiswa terbaik dan lulus dengan IPK 3,68. Ayah Darwati, Sumijan, tidak menyangka putri keduanya bisa meraih gelar sarjana. "Tidak menyangka, saya kan hanya petani," ujar Sumijan yang didampinginya istrinya, Jasmi.



(Angling Adhitya Purbaya/Triono Wahyu Sudibyo)