Seorang imigran Rohingya, Muhammad Salim (23), mengatakan, boat yang mereka tumpangi sempat ingin masuk ke Malaysia beberapa hari sebelum diselamatkan oleh nelayan Aceh Timur, Aceh. Tapi kedatangan mereka langsung diusir oleh Angkatan Laut Malaysia.
"Mereka mengancam akan menembak kami dan meledakkan boat yang kami pakai jika tidak segera pergi dari wilayah Malaysia," kata Salim dalam bahasa Inggris saat ditemui di lokasi pengungsian di Aceh Timur, Kamis (21/5/2015).
Beberapa hari sebelumnya, mereka juga ditolak masuk ke Thailand oleh tentara angkatan laut negara itu. Saat itu, boat kayu yang mereka tumpangi terombang-ambing di perbatasan antara Thailand dengan Malaysia.
Angkatan Laut Thailand memberikan bantuan makanan dan minuman untuk mereka. Selain itu, sejumlah makanan dan minuman juga dilempar dari helikopter.
"Tentara Angkatan Laut Thailand memberi kami makan dan minum. Tapi mereka tidak mengizinkan kami masuk ke wilayah mereka," jelas Salim.
Saat ini, Salim bersama ratusan imigran lain ditampung sementara ditempat penampungan di Desa Birem Bayeun, Kecamatan Rantau Selamat, Aceh Timur. Mereka diselamatkan oleh nelayan di tengah laut di kawasan Julok, Aceh Timur.
(Khairul Ikhwan/Triono Wahyu Sudibyo)










































