“Kami setuju membantu teman-teman di Langkat. Bekerjasama membantu, di daerah-daerah, kami juga ikut membantu,” jelas perwakilan Majelis Buddhayana Indonesia Sugianto Sulaiman dalam jumpa pers di kantor The Wahid Institute, Jl Taman Amri Hamzah, Jakpus, Kamis (21/5/2015).
Dia menjelaskan, kekerasan yang dilakukan Myanmar seperti yang dilakukan Biksu Ashin Wirathu dan massanya jangan disamaratakan dengan yang di Indonesia.
“Sekarang dikaitkan dengan isu agama dengan adanya beberapa biksu bergaris keras di Myanmar, yang garis keras tapi itu biasa terjadi di mana saja,” jelas dia.
“Jangan membawa ini soal agama di Indonesia. Kita damai-damai saja,” tutupnya.
(Mulya Nurbilkis/Indra Subagja)











































