ADVERTISEMENT

Profil Pansel KPK

Harkristuti Harkrisnowo: Dicopot Yasonna, Diangkat Jokowi

Ahmad Toriq - detikNews
Kamis, 21 Mei 2015 14:51 WIB
Jakarta - Presiden Jokowi telah memilih 9 pansel KPK yang seluruhnya berjenis kelamin perempuan. Salah satunya adalah Prof Dr Harkristuti Harkrisnowo, eks Dirjen Administrasi Hukum Umum (AHU) yang dicopot Menkum HAM Yasonna Laoly.

Harkristuti dicopot dari posisi Dirjen AHU di tengah pertarungan Golkar kubu Agung dan Ical berebut SK kepengurusan di Kemenkum HAM. Pencopotan itu tergolong mendadak. Isu tak sedap pun mengiringi.

Pencopotan Harkristuti sempat diwarnai isu terkait perebutan SK Ical dan Agung. Namun Yasonna membantah. Yasonna menegaskan Harkristuti dicopot dari posisi Dirjen AHU dan dirotasi menjadi Kepala Badan Pengembangan SDM Kemenkum HAM karena sesuai kapasitasnya.

"Saya kembalikan Bu Tuti supaya dia kembali ke habitatnya. Mengapa? Beliau profesor, saya mau beliau mengurus Badan Pengembangan Sumber Daya Manusianya Kum HAM. Di situ ada lembaga training untuk staf-staf saya. Prof Tuti pas di situ," kata Yasonna di kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakpus, Jumat (20/3/2015) silam.

Hakristuti yang dihubungi soal pencopotan itu tak mau berkomentar banyak. "Ini memang rotasi eselon 1. Menteri menginginkan penyegaran," ujar ahli hukum pidana UI ini saat dikonfirmasi detikcom pada hari yang sama.

2 Bulan setelah pencopotan itu, Harkristuti diangkat oleh Presiden Jokowi menjadi anggota panitia seleksi pimpinan KPK periode 2015-2019. Namanya masuk menjadi salah satu dari 9 srikandi Pansel KPK. Di pansel, Harkristuti akan dipimpin oleh Destry Damayanti, seorang ahli ekonomi keuangan dan moneter. Berikut sembilan nama anggota Pansel KPK yang dipilih Jokowi:

1. Destry Damayanti - ahli ekonomi keuangan dan moneter
2. Eni Nurbaningsih - pakar hukum tata negara Kepala Badan Pembinaan Hukum Nasional
3. Harkristuti Harkrisnowo - pakar hukum pidana dan HAM, Kepala Badan Pengembangan Manusia Kemenkum
4. Betti S Alisjahbana - ahli IT dan manajemen
5. Yenti Garnasih - pakar hukum pidana ekonomi dan pencucian uang
6. Supra Wimbarti - ahli psikologi SDM dan pendidikan
7. Natalia Subagyo - ahli tata negara pemerintahan
8. Diani Sadia wati - ahli di Bappenas
9. Meuthia Ganie Rochman - ahli sosiolog korupsi dan modal sosial

Tugas berat untuk menghasilkan KPK baru yang lebih hebat menantinya. Keahliannya di bidang hukum pidana dibutuhkan untuk menyeleksi pimpinan baru KPK yang benar-benar terampil memberantas korupsi. Selamat bekerja, Bu Tuti!



(Ahmad Toriq/Nurul Hidayati)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT