Pesan Busyro ke 9 Srikandi Pansel KPK: Hati-hati Intervensi dan Godaan Fulus

Pesan Busyro ke 9 Srikandi Pansel KPK: Hati-hati Intervensi dan Godaan Fulus

Fajar Pratama - detikNews
Kamis, 21 Mei 2015 13:39 WIB
Pesan Busyro ke 9 Srikandi Pansel KPK: Hati-hati Intervensi dan Godaan Fulus
Jakarta - Mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Busyro Muqoddas menanggapi soal 9 perempuan tim panitia seleksi (pansel) pimpinan KPK jilid 4 pilihan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Menurutnya, mereka harus ekstra ketat dan hati-hati dalam bekerja nantinya.

"Tentu Presiden sudah perhitungkan kapasitas, track record dan independensi pansel. Termasuk mengapa unsur wanita semuanya," kata Busyro saat dihubungi Kamis (21/5/2015).

"Semoga bukan karena soal selera dan persepsi gender yang berlebihan, sehingga tak satupun laki-laki (dipilih) yang juga banyak yang kompeten dan teruji," sambungnya.

Dijelaskan Busyro, tim Pansel perlu sepakat tentang pentingnya paradigma seleksi yang bukan hal teknis prosedural. Tetapi seleksi sebuah lembaga negara yang lahir sebagai jawaban atas tuntutan reformasi sebagai anti klimaks prilaku korupsi dan budaya koruptif sebagai akar korupsi rezim orde baru.

"Maka paradigma menjadi esensial bagi pansel. Kriteria kelulusan harus dari kejelasan paradigma ini. Langkah penting pansel untuk sharing dengan KPK dan sejumlah elemen masyarakat sipil dan aktivis antikorupsi perlu segera untuk perumusan paradigma, mekanisme dan proses seleksi," ujar Busyro.

"Di saat korupsi yang sekarang sudah menjadi tumor ganas stadium III, maka pansel perlu ekstra ketat dan hati-hati. Libatkan jejaring-jejaring sosial yang independen untuk telusuri rekam jejak detail semua peserta. Pansel harus siap mental hadapi intervensi dan godaan fulus yang sangat amat terbuka dalam sikon yang sudah "gila" seperti sekarang ini. Jangan pertaruhkan KPK dengan kompromi dan sikap permisif. Beaya moral dan sosialnya tak terperikan," tegasnya.

(Herianto Batubara/Indra Subagja)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads