"Nanti saya akan kirimkan orang untuk mendalami dan tentunya akan berikan sanksi hingga sampai penutupan kampus. Karena kampus ini tidak benar," ujar Menteri Nasir di halaman Kampus Adhy Niaga, Jl Sudirman, Kranji, Kota Bekasi, Kamis (21/5/2015).
Nasir mengatakan, sejak tahun 2012 dirinya sudah mendapat laporan mengenai transaksi ijazah palsu di kampus tersebut. Dan setelah melihat langsung, dirinya pun mengaku kesal.
"Masa dari data 3000 mahasiswa yang ada, satu pun data mahasiswa lulus tidak ada. Saya minta nama-namanya aja tidak ada. Bagaimana bisa begitu!" tegas Nasir.
Bagaimana dengan mahasiswa yang benar-benar kuliah?
"Kita akan pindahkan. Namun sebelumnya kita pelajari dulu data-datanya," jawab Nasir.
(Septiana Ledysia/Ahmad Toriq)










































