Mereka dengan aktif dan rasa penasaran, selalu bertanya kepada sang pemandu mengenai keris-keris yang dipamerkan. Mulai dari bahan untuk membuat keris sampai berasal dari mana keris-keris tersebut.
"Keris ini terbuat dari bahan apa ya? Berasal darimana keris-keris ini?" tanya Alexandra, mahasiswi Texas A&M University, Amerika Serikat di Gedung Nusantara, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (21/5/2015).
Menurut Alexandra, keris-keris yang dipamerkan ini sangat bagus dan menarik perhatiannya. Ia juga mengatakan bahwa ia kagum dengan kekayaan budaya Indonesia yang begitu banyak.
"Saya sangat suka melihat keris-keris ini. Amerika tidak punya yang seperti ini. Begitu banyak kekayaan budaya disini (Indonesia)," lanjutnya.
Sama halnya dengan Alexandra, Steve juga menyampaikan kekagumannya akan keris-keris yang ada di Pameran Keris Nusantara. Bahkan ia ingin sekali memegang keris-keris tersebut.
"Dia seperti pisau, namun bukan sembarang pisau. Bentuknya yang aneh dengan banyak ukiran membuat saya tertarik untuk memegangnya," ucap Steve yang sudah 4 hari di Jakarta ini.
Sementara James mengatakan bahwa keris merupakan keindahan yang luar biasa. Dan berharap agar pameran keris ini bisa dibawa ke negaranya.
"Saya benar-benar takjub. Pembuatannya yang tak mudah membuat saya sangat tertarik sekali. Harapan saya agar pameran ini bisa dipamerkan juga di Amerika," tuturnya.
Pameran yang mengambil tema 'Keris Nusantara Sebagai Simbol Kebangkitan Bangsa' itu dibuka bersama-sama oleh Ketua DPR Setya Novanto dan Wakil Ketua DPR Fadli Zon pada hari Rabu, 20 Mei 2015. Pameran ini diadakan oleh DPR, karena ingin memberi akses lebih bagi masyarakat ke DPR.
(Elvan Dany Sutrisno/Elvan Dany Sutrisno)











































