3 'Temuan' Wali Kota Bekasi Soal Heboh Oplosan Beras Plastik

3 'Temuan' Wali Kota Bekasi Soal Heboh Oplosan Beras Plastik

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Kamis, 21 Mei 2015 11:56 WIB
3 Temuan Wali Kota Bekasi Soal Heboh Oplosan Beras Plastik
Jakarta - Oplosan beras plastik di Bekasi, Jawa Barat, membuat heboh masyarakat. Wali Kota Bekasi Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi angkat bicara.

Rahmat menyampaikan hasil temuan beras yang dicampur bahan plastik di Bantargebang, Bekasi. Temuan itu menunjukkan beras tersebut terindikasi sebagai beras campuran mengandung senyawa polivinil yang biasa digunakan untuk bahan baku pipa, kabel, dan PVC.

Ia memastikan oplosan beras plastik belum ditemukan di kecamatan lain Bekasi. Beras itu hanya ditemukan di sebuah kios di Mustikajaya. Menurut Rahmat, ada jalur distribusi dan produser di balik beras dengan bahan baku plastik. Ia berharap penegak hukum segera bertindak.

Berikut 3 temuan itu:

1. Dicampur Bahan Baku Plastik

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menyampaikan hasil uji lab terkait beras yang diisukan merupakan beras plastik di Bantargebang. Ternyata dari pengujian, beras yang diperiksa ternyata memang beras sintetis dari bahan plastik.

“Beras yang ditemukan dari Bantargebang terindikasi sebagai beras campuran mengandung senyawa polyvinyl,” jelas Rahmat dalam jumpa pers pemberitahuan identifikasi dini untuk membedakan mana beras asli dan palsu, di kantornya, Jl Ahmad Yani, Bekasi, Kamis (21/5/2015).

Menurut Rahmat, bahan polvinl ini adalah unsur senyawa yang ditemukan untuk bahan baku pipa, kabel, dan PVC. Rahmat dalam pengumuman hasil lab itu didampingi pihak dari Sucofindo, BUMN di bidang pemeriksaan, pengawasan, pengujian, dan pengkajian..

“Dari unsurnya senyawa berbahaya untuk dikonsumsi baik dalam jangka waktu pendek dan lama,” jelas dia.

“Dilakukan pemeriksaan lebih lanjut kepada konsumen yang membeli,” tambahnya.

2. Hanya di Kios Bantargebang

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menggelar jumpa pers soal hasil uji lab beras bercampur beras plastik. Didampingi pihak lab Sucofindo, Rahmat menyampaikan beras campuran ini baru ditemukan di Bantargebang, Mustikajaya, Bekasi.

“Belum ada di kecamatan lain,” terang Rahmat di kantornya Jl Ahmad Yani, Bekasi, Kamis (21/5/2015).

Rahmat menjelaskan, bahan yang ditemukan di beras tersebut mengandung bahan polyvinyl. Bahan itu untuk membuat pipa.

“Ditemukan di salah satu kios di Mustikajaya,” tambahnya.

Menurut dia, kasus beras yang dioplos dengan plastik berbentuk beras ini diketahui setelah konsumen menemukan adanya kelainan. Kemudian berkembang di media sosial dan dilakukan tindak lanjut.

“Jadi beras sengaja sengaja ditambahkan atau di-mix. Senyawa ini banyak digunakan dalam kepentingan industri,” tutup dia.

3. Jalur dan Produsen

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menyampaikan hasil uji lab dari Sucofindo terkait beras yang diisukan sebagai beras plastik. Ternyata hasilnya mengejutkan, ada bahan baku plastik polivinil di beras yang ditemukan di Bantargebang, Bekasi. Diduga ada yang sengaja mencampur.

“Tentunya yang bertanggung jawab oknum,” jelas Rahmat dalam jumpa pers pemberitahuan identifikasi dini untuk membedakan mana beras asli dan palsu, di kantornya Jl Ahmad Yani, Bekasi, Kamis (21/5/2015).

Rahmat mengendus adanya jalur distribusi beras dengan bahan baku plastik. Dia berharap penegak hukum bertindak.

“Ada alur distribusi beras yang tidak berasal dari bahan alami. Ordernya just on call, ada produsen distribusi besar,” terang dia.

“Ini prosesnya akan diserahkan ke penyidik,” tambahnya.
Halaman 2 dari 4
(Hestiana Dharmastuti/Nurul Hidayati)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini