Rahmat menyampaikan hasil temuan beras yang dicampur bahan plastik di Bantargebang, Bekasi. Temuan itu menunjukkan beras tersebut terindikasi sebagai beras campuran mengandung senyawa polivinil yang biasa digunakan untuk bahan baku pipa, kabel, dan PVC.
Ia memastikan oplosan beras plastik belum ditemukan di kecamatan lain Bekasi. Beras itu hanya ditemukan di sebuah kios di Mustikajaya. Menurut Rahmat, ada jalur distribusi dan produser di balik beras dengan bahan baku plastik. Ia berharap penegak hukum segera bertindak.
Berikut 3 temuan itu:
1. Dicampur Bahan Baku Plastik
|
|
βBeras yang ditemukan dari Bantargebang terindikasi sebagai beras campuran mengandung senyawa polyvinyl,β jelas Rahmat dalam jumpa pers pemberitahuan identifikasi dini untuk membedakan mana beras asli dan palsu, di kantornya, Jl Ahmad Yani, Bekasi, Kamis (21/5/2015).
Menurut Rahmat, bahan polvinl ini adalah unsur senyawa yang ditemukan untuk bahan baku pipa, kabel, dan PVC. Rahmat dalam pengumuman hasil lab itu didampingi pihak dari Sucofindo, BUMN di bidang pemeriksaan, pengawasan, pengujian, dan pengkajian..
βDari unsurnya senyawa berbahaya untuk dikonsumsi baik dalam jangka waktu pendek dan lama,β jelas dia.
βDilakukan pemeriksaan lebih lanjut kepada konsumen yang membeli,β tambahnya.
2. Hanya di Kios Bantargebang
|
|
βBelum ada di kecamatan lain,β terang Rahmat di kantornya Jl Ahmad Yani, Bekasi, Kamis (21/5/2015).
Rahmat menjelaskan, bahan yang ditemukan di beras tersebut mengandung bahan polyvinyl. Bahan itu untuk membuat pipa.
βDitemukan di salah satu kios di Mustikajaya,β tambahnya.
Menurut dia, kasus beras yang dioplos dengan plastik berbentuk beras ini diketahui setelah konsumen menemukan adanya kelainan. Kemudian berkembang di media sosial dan dilakukan tindak lanjut.
βJadi beras sengaja sengaja ditambahkan atau di-mix. Senyawa ini banyak digunakan dalam kepentingan industri,β tutup dia.
3. Jalur dan Produsen
|
|
βTentunya yang bertanggung jawab oknum,β jelas Rahmat dalam jumpa pers pemberitahuan identifikasi dini untuk membedakan mana beras asli dan palsu, di kantornya Jl Ahmad Yani, Bekasi, Kamis (21/5/2015).
Rahmat mengendus adanya jalur distribusi beras dengan bahan baku plastik. Dia berharap penegak hukum bertindak.
βAda alur distribusi beras yang tidak berasal dari bahan alami. Ordernya just on call, ada produsen distribusi besar,β terang dia.
βIni prosesnya akan diserahkan ke penyidik,β tambahnya.
Halaman 2 dari 4










































