Peredaran Narkoba Tinggi di Medan, 4,2 Ton Ganja Diamankan Dalam 4 Bulan

Peredaran Narkoba Tinggi di Medan, 4,2 Ton Ganja Diamankan Dalam 4 Bulan

Idham Khalid - detikNews
Rabu, 20 Mei 2015 20:13 WIB
Peredaran Narkoba Tinggi di Medan, 4,2 Ton Ganja Diamankan Dalam 4 Bulan
Jakarta - Peredaran narkoba masih tinggi di Kota Medan, ibu kota Sumatera Utara. Di tahun ini jajaran Polresta Medan berhasil mengungkap ratusan kasus peredaran narkoba. Untuk ganja sendiri, ada 4,2 ton yang disita.

Wakapolresta Medanβ€Ž AKBP Hondawan Naibaho mengatakan, sejak Januari hingga April 2015, pihaknya berhasil mengungkap 464 kasus dengan jumlah tersangka sebanyak 604 orang pada kasus narkoba jenis ganja, sabu, putaw, maupun ekstasi.

Angka itu terbilang menurun dari tahun sebelumnya. Pada 2014, ada 1.171 kasus narkoba yang diungkap dengan 1516 tersangka. Sebanyak 2,1 ton ganja diungkap pada tahun itu. Peredaran ganja di Medan memang tergolong sangat tinggi karena dipasok pengedar dari Aceh.

"LP Tanjung Kusta setengah isinya adalah kasus narkoba. Selama Januari sampai April tahun ini, kita ungkap 4,2 ton ganja, ganja dari Aceh," kata Hondawan di Mapolresta Medan, Rabu (20/5/2015).

Hondawan menjelaskan, pihaknya tidak menutup mata dalam penegakan kasus penyalahgunaan narkoba. Dia tidak membantah adanya oknum anggota polisi yang terlibat dalam narkoba, namun masih dalam level pemakai, bukan sebagai beking bisnis peredaran barang tersebut.

β€Ž"Ada anggota Polri tertangkap tangan, pemakai bukan beking. Baru-baru kemarin kita lakukan tes urine untuk lihat anggota Polresta Medan bermain sama narkoba upaya pembersihan ke dalam, kami nggak hanya tangkap di luar, tapi Polri juga aparat," katanya.

Menurut Hondawan, maraknya kasus narkoba terutama jenis ganja di Kota Medan, sebab letaknya yang berdampingan dengan Provinsi Aceh. Sehingga Medan dijadikan target pasar maupun lalu lintas untuk meloloskan ganja ke Pulau Jawa.

"Pintu gerbang dari Aceh, lokasi dekat, jadilah Medan sebagai market juga. Polresta Medan sebagai penyangga untuk menekan penyalahgunaan narkoba, jadi tidak sampai ke Jakarta dengan mulus," tuturnya.

Hondawan menjelaskan, di Kota Medan juga terdapat Kampung Kubur yang menjadi sarang narkoba dan perjudian. Kampung itu terletak di tengah kota dan telah berulang kali digrebek namun muncul lagi.

"Tempatnya sangat unik, kesana pake jalan tikus, mobil nggak bisa lewat, hanya motor, di belakang ada aliran Sungai Deli. Kalau polisi gerebek mereka udah tahu duluan," katanya menjelaskan kendala yang dihadapi polisi dalam menertibkan kampung itu.

Di samping penegakan hukum, lanjutnya, untuk memberantas narkoba juga harus menggandeng pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta masyarakat itu sendiri turur berperan aktif dalam upaya penanggulangan bahaya narkoba.

β€Ž"Gandeng Camat, tokoh masyarakat lakukan penyuluhan, mudahumudan berangsur kurang, bukan penegakan hukum tapi juga penyuluhan untuk sosialisasi bahaya narkoba dan perjudian," pungkasnya.

(Idham Khalid/Herianto Batubara)


Berita Terkait