Wamenlu AS: Kita Minta Myanmar Tanggung Jawab Penuh atas Rohingya

Wamenlu AS: Kita Minta Myanmar Tanggung Jawab Penuh atas Rohingya

- detikNews
Rabu, 20 Mei 2015 19:12 WIB
Wamenlu AS: Kita Minta Myanmar Tanggung Jawab Penuh atas Rohingya
Wamenlu AS Antony J Blinken (Foto: Yudhistira Amran Saleh/detikcom)
Jakarta - Ribuan pengungsi Rohingya untuk sementara ditampung di Indonesia dan Malaysia sampai dipulangkan atau ditempatkan di negara ketiga dalam waktu satu tahun. Sementara Amerika Serikat (AS) akan meminta Myanmar bertanggung jawab penuh atas Rohingya.

"Kita akan berbicara dengan Pemerintah Myanmar agar mereka bertanggung jawab penuh terhadap kelompok Rohingya, dan memperbaiki kondisi kelompok ini agar mereka tidak merasa harus membahayakan diri mereka mencari tempat yang lebih baik atau menjadi korban perdagangan manusia," jelas Wakil Menteri Luar Amerika Serikat (AS) Antony J Blinken.

Hal itu disampaikan Blinken usai acara diskusi bertajuk "Civil Society, Youth Leadership and Democracy in Southeast Asia" di @america, Mal Pacific Place, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Rabu (20/5/2015).

Blinken mengatakan bahwa besok dirinya akan bertolak ke Myanmar untuk membicarakan solusi jangka panjang pengungsi Rohingya. Ada beberapa hal yang AS akan tawarkan, seperti kerja sama dengan International Organization Migration (IOM) dan mendukung Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) jika menunjuk tokoh atau figur lokal Myanmar sebagai duta untuk menyelesaikan masalah Rohingya.

"Kita akan berusaha dengan pemerintah menemukan langkah konkret. Ini merupakan beban bagi Indonesia untuk menampung imigran dan orang-orang itu dan kita akan mencari cara agar bisa berbagi beban. Ini tantangan secara regional jadi kami mendorong negara di wilayah ini untuk mengambil tanggungjawab mereka dan bekerja sama agar mereka bisa menemukan akar permasalahan," tuturnya.

Selain berbicara dengan Myanmar, AS akan berbicara dengan Bangladesh supaya pengungsi dari negaranya bisa kembali.

"Kami akan berbicara dengan Presiden Myanmar tentang Rohingya tentang yang ada di sana dan juga di Bangladesh beberapa imigran juga kemudian bisa kembali jadi warga negara Bangladesh," kata dia.

(Nograhany Widhi K/hesti)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads