Wamenlu AS Puji Kemurahan Hati Indonesia Menampung Pengungsi Rohingya

Wamenlu AS Puji Kemurahan Hati Indonesia Menampung Pengungsi Rohingya

- detikNews
Rabu, 20 Mei 2015 18:39 WIB
Wamenlu AS Puji Kemurahan Hati Indonesia Menampung Pengungsi Rohingya
Wamenlu AS Antony J Blinken (Foto: Yudhistira Amran Saleh/detikcom)
Jakarta - Permasalahan pengungsi Rohingya yang mendarat di Indonesia, Malaysia dan Thailand juga menjadi perhatian negara adidaya Amerika Serikat(AS). AS memuji Indonesia karena sudah bermurah hati menampung pengungsi Rohingya.

"Indonesia sudah menunjukkan kemurahan hati dengan menolong orang-orang ini dari bahaya yang mereka hadapi laut," ujar Wakil Menteri Luar Amerika Serikat (AS) Antony J Blinken.

Hal itu disampaikan Blinken usai acara diskusi bertajuk "Civil Society, Youth Leadership and Democracy in Southeast Asia" di @america, Mal Pacific Place, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Rabu (20/5/2015).

"Kami mengapresiasi langkah yang telah dilakukan Indonesia menyelamatkan orang yang ada di laut dan menampung mereka di Indonesia dan mereka bisa selamat," imbuh dia.

Saat dicecar apakah kondisi yang dialami pengungsi Rohingya ada kaitannya dengan kondisi demokrasi di Myanmar, Blinken mengakui bahwa Myanmar masih berada pada masa transisi menuju demokrasi. AS akan mendukung Myanmar yang akan melakukan Pemilu pada tahun 2015 ini.

"Tapi pada saat yang sama kita menghadapi krisis kemanusian dengan kelompok Rohingya karena keadaan dan kondisi tempat mereka hidup, mereka mengobarkan jiwa mereka dalam bahaya dengan mengarungi lautan dengan mencari tempat lebih baik," imbuhnya.

Soal demokrasi, selain Myanmar, Vietnam juga dinilainya sudah mulai bergerak ke arah keterbukaan dan demokrasi. Blinken juga memuji perkembangan demokrasi di Indonesia yang cukup kuat di ASEAN.

"Pada saat yang sama banyak orang ditangkap ditahan diitimidasi dipukul karena berniat megekspresikan pendapat mereka. Kalau di Indonesia memang arahnya sudah jelas, Indonesia memiliki cerita yang kuat mencapai demo dan cerita ini menurut saya penting bisa dipelajari negara lain," tuturnya. (Nograhany Widhi K/Rachmadin Ismail)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini