Ketua panitia Surono mengatakan, aubade Pancasila 5000 memperingati Harkitnas ini untuk menumbuhkan semangat nasionalisme melalui lagu-lagu perjuangan. Aubade ini menyanyikan lagu-lagu perjuangan yang diikuti 5.043 orang, yang terdiri dari 2.543 penyanyi aktif dan 2.500 penyanyi pasif.
Pesertanya mulai dari tingkat SD, SMP, SMA, mahasiswa dan masyarakat umum. Mulai dari mulai usia 8 tahun hingga 80 tahun. Mereka datang dari Jakarta, Purworejo, Magelang, Yogya, Semarang dan Malang.
"Di balik angka 5 ribu memiliki makna angka 5 adalah 5 sila Pancasila, dan ribu adalah menunjukkan Indonesia terdiri dari ribuan pulau, suku, bahasa dan budaya yang bersatu di bawah naungan Pancasila," kata Surono di sela acara, Rabu (20/5/2015).
Ke depan, kata dia, aubade diharapkan tidak hanya di UGM tetapi menyebar ke seluruh Indonesia untuk mengobarkan semangat nasionalisme lewat lagu-lagu perjuangan. Pelajar dan mahasiswa diharapkan menjadi motor untuk membangkitkan semangat nasionalisme ini.
Pelaksanaan kegiatan yang bersifat massal ini tak urung membuat beberapa peserta pingsan. Peserta yang pingsan itu, terutama siswa SD dan SMP, terpaksa digotong dan dibawa ke posko untuk mendapatkan perawatan.
(Khairul Ikhwan/Triono Wahyu Sudibyo)











































