"Harus bisa dihargai, satu situasi kondisi DPRD sekarang ini kan ada pro dan kontra," kata Prasetio di kantornya, Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (20/5/2015).
Pro dan kontra itu diduga terkait persoalan 'dana siluman' dan UPS dalam RAPBD DKI 2015 yang sempat ramai di awal tahun ini. Namun, Prasetio menegaskan dirinya sebagai pimpinan DPRD harus menciptakan suasana kondusif agar para anggota Dewan bisa bekerja optimal.
"Saya sebagai ketua mengambil satu suasana yang baik, yang benar-benar semua harus bisa kita hargai. Bukan apa-apa, yang dimasuk masalah gedung ASEAN itu kan kita perlu," ujar Prasetyo.
"Gedung ASEAN itu kecil. Kalau diambil negara lain, Malaysia mau ambil, nah, bagaimana kita bisa mempertahankan?" tambahnya.
Masalah gedung ASEAN itu menurut Prasetio merupakan hal yang tak mudah karena melibatkan pemerintah pusat. Gedung ASEAN tersebut bekas kantor wali kota Jakarta Selatan, digunakan oleh Kementerian Luar Negeri untuk ASEAN.
"Itu kan untuk kepentingan pemerintah juga. Kalau RS Haji nggak kita kasih karena kita masih kekurangan RS," ucap Prasetio.
(Prins David Saut/Moksa Hutasoit)











































