"Ada tiga orang Eselon IV yang terindikasi mengkonsumsi narkotika golongan 2 dan 3 yang biasanya digunakan untuk pengobatan," ujar Kabid Pencegahan BNNP Sapari Partodiharjo di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (20/5/2015).
Namun Sapari enggan berkomentar terlalu jauh. Dirinya mengatakan saat ini belum dapat diambil kesimpulan. Oleh karena itu, pihaknya masih akan meneliti lebih jauh lagi.
"Mungkin dia sedang mengkonsumsi obat hypertiroid. Hasilnya masih didalami. Jadi enggak akan kita judge mereka pengguna narkoba, tidak. Sedang didalami oleh tim assesment kita," lanjutnya.
"Karena kalau untuk pengobatan kan tidak masalah, golongan 2-3 tidak masalah. Akan kita dalami apakah konsumsinya sesuai resep dokter apa tidak. Kalau sesuai resep dokter, tidak masalah," sambung Sapari.
Saat ini pihaknya baru memeriksa 373 hasil urine. Belum diketahui kapan semuanya akan rampung dan dilaporkan kepada Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok).
"Dari 600 lebih, yang udah diperiksa baru 373. Sisanya nanti kemungkinan akan dalam waktu dekat. Nanti kita akan melakukan sidak," pungkasnya.
Seperti diketahui, pada Senin (18/5) lalu Ahok melantik 649 PNS DKI eselon III dan IV. Seperti sebelumnya, usai dilantik mereka diminta mengikuti serangkaian tes urine yang diadakan oleh BNNP DKI.
Tujuannya, agar para PNS lingkungan Pemprov DKI bersih dari obat-obatan terlarang tersebut sehingga bisa bekerja dengan baik dan benar.
(Ayunda W Savitri/Herianto Batubara)











































