Pantauan di lokasi, para mahasiswa ini membubarkan diri ke arah timur. Mereka berjalan kaki menuju bus yang diparkir di silang Monas timur laut, tepatnya di seberang gedung PLN. Sambil bergerak menuju lokasi parkir, orator terus menyuarakan aksinya.
"Kita akhiri orasi hari ini. Kita akan lanjutkan lagi dalam kesempatan berikutnya," ujar orator di depan Istana, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (20/5/2015).
Selama aksi, para mahasiswa ini sempat bersitegang dengan petugas kepolisian. Mereka menarik kawat berduri yang dipasang di seberang Istana hingga sambungan kawat terlepas. Sebagian kawat-kawat itu roboh karena diinjak-injak oleh massa. Massa menempelkan spanduk-spanduk yang mereka bawa di atas kawat berduri kemudian menginjaknya agar dapat menerobos polisi.
Para mahasiswa ini juga membakar ban di tengah jalan. Mereka membawa replika pocong dan membakarnya di depan barikade polisi.
Kapolres Jakarta Pusat, Kombes Hendro Pandowo menengahi para pendemo itu. Di depan kawat berduri, Hendro meminta agar massa tidak melakukan hal-hal yang menimbulkan kerusuhan. Ia tampak mendekati beberapa koordinator aksi untuk menenangkan massa.
Kapolda Metro Jaya Irjen Unggung Cahyono juga sempat memantau aksi tersebut. Ia memastikan aksi berjalan lancar tanpa adanya gangguan yang berarti.
Sementara itu saat ini lalu lintas di Jl Medan Merdeka Utara di kedua arah sudah dibuka kembali. Kendaraan dapat berjalan normal seperti sedia kala.
(Nur Khafifah/Herianto Batubara)










































