JK Berjuang Persatukan Ical dan Agung demi Golkar?

Babak Baru Konflik Golkar

JK Berjuang Persatukan Ical dan Agung demi Golkar?

Ahmad Toriq - detikNews
Rabu, 20 Mei 2015 16:26 WIB
JK Berjuang Persatukan Ical dan Agung demi Golkar?
Jakarta - Eks Ketum Golkar Jusuf Kalla turun tangan untuk menyelamatkan Golkar di Pilkada Serentak 2015. JK memberi isyarat ingin mempersatukan kubu Aburizal Bakrie (Ical) dan Agung Laksono.

Jauh hari sebelum sidang putusan sengketa Golkar di PTUN Jakarta, JK sudah menyerukan persatuan Ical dan Agung Laksono. JK mengajak keduanya memikirkan masa depan Golkar.

"Tolong sampaikan pada teman-teman, di sisi Ical dan sisi Agung Laksono. bahwa janganlah melihat pimpinan-pimpinan itu, tapi lihatlah (Golkar) di seluruh nasional ini. Masa depan Golkar di daerah-daerah. Biarlah mereka, jangan terusik, jangan terganggu karirnya," kata JK di Istana Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (8/5) lalu.

Tak hanya JK, hakim PTUN Jakarta juga memberikan kesempatan kedua kubu untuk islah. Sebelum menutup sidang sengketa Senin (11/5) lalu, ketua majelis hakim Teguh Satya Bhakti menawarkan kedua kubu untuk islah. Namun kedua kubu menolak tawaran itu.

Sidang putusan pun bergulir Senin (18/5), PTUN Jakarta memenangkan gugatan kubu Ical, SK Menkum HAM yang mengesahkan kubu Agung Laksono dibatalkan. Selesai kah konflik Golkar? Tidak. Kemenkum HAM banding, begitu juga dengan kubu Agung. Konflik Golkar pun akan berlanjut ke tingkat banding di PT TUN.

Sehari setelah sidang putusan, JK kembali buka suara meminta kedua kubu bersatu. JK kembali mengingatkan kedua kubu soal masa depan Golkar di pilkada.

"Yang penting bagaimana ini kompak dulu supaya bisa masuk Pilkada," ujar JK di kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (19/5) kemarin.

Tak hanya melontarkan peringatan, JK juga membuat gerakan. Menko Kesra era Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri itu menemui Agung Laksono Selasa malam harinya. Dalam pertemuan itu, JK meminta Agung memikirkan cara agar Golkar bisa ikut pilkada.

Usai pertemuan, Agung mengatakan opsi untuk membuat Golkar ikut pilkada adalah meminta pengadilan mempercepat jadwal persidangan. Tak ada kata islah keluar dari mulutnya sebagai opsi penyelamatan Golkar.

"Antara lain percepat proses banding, proses kasasi di MA sehingga waktunya tak lampaui bulan Juli," kata Agung, Selasa (19/5) tengah malam.

Isi pertemuan JK-Agung Laksono dan Zainuddin Amali tak diumbar lebih jauh. Namun JK hari ini mengisyaratkan sudah memiliki jurus untuk mengikutsertakan Golkar di pilkada. Tapi JK bermain rahasia. Dia tak mau mengungkap jurusnya.

"Sudahlah, tak usah ditanya. Pokoknya pilkada Golkar boleh, kita selesaikan," ujar JK, hari ini.

"Mekanisme penyelesaian masalah Golkar seperti apa?" desak wartawan.

"Nantilah. Kalau sudah disetujui, baru saya ceritakan," jawab JK.

Apa jurus JK? Islah Golkar?

(Ahmad Toriq/Elvan Dany Sutrisno)


Berita Terkait